Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Dewasa ini, banyak orang menggunakan perangkat drone untuk kepentingan pribadi ataupun untuk pekerjaan. Mulai dari perekaman video travelling, pengambilan gambar peta pemetaan, hingga pengawasan bencana, semuanya bisa diatasi oleh drone. Meski begitu, masih ada segelintir orang yang belum tahu mengenai istilah dari drone, kegunaan, serta tips membeli drone FPV yang bisa diterapkan.

Baca Juga : Semua Tentang FPV Drone: Pengertian, Jenis, dan Komponennya

Apa Itu FPV?

Sebelumnya sudah disinggung tentang FPV, tapi tahukah Anda apa itu FPV? FPV atau First Person View merupakan sebuah metode dalam menerbangkan drone atau rc dengan cara video piloting, dimana terdapat tambahan kamera fpv, video transmitter, OSD, dan diversity beserta dvr jika diperlukan.

Selain itu, adapula video receiver yang terpasang pada aircraft atau sistem drone yang memiliki fungsi untuk mengendalikan drone tanpa perlu melihat ke arah drone secara langsung, melainkan melalui video yang dipancarkan oleh drone. Sehingga seakan-akan penerbangnya berada di dalam drone itu sendiri, persis seperti pilot pesawat berawak. Teknik ini tentu akan mempermudah penggunanya dalam mengendalikan drone, walau dari jarak yang jauh sekalipun.

Kelebihan Drone FPV

Disamping akan memberikan kesenangan juga menyebabkan kecanduan, terdapat banyak keuntungan praktis yang bisa dirasakan oleh seorang penerbang drone. Sebut saja status baterai yang bisa dilihat secara langsung, tampilan on-board dari drone yang bisa menghilangkan berbagai masalah yang dihadapi ketika terbang dengan metode LOS (Line of sight), meminimalisir hilangnya pandangan drone akibat terbang di bawah sinar matahari atau di belakang rintangan, membuat kontrol atas drone dengan lebih tepat, dan masih banyak lainnya.

Hal Penting yang Harus Diketahui Tentang FPV

Ada beberapa hal penting yang tidak boleh luput dari perhatian seorang penerbang. Beberapa diantaranya ialah sebagai berikut.

  • Agar dapat bermanuver pada mode acro dengan lebih cepat dan frekuensi yang lebih sering, Anda bisa mensetting rate yang diterapkan pada drone dengan posisi medium to high rate. 1,05 atau lebih untuk RC. Serta minimal 0,80 untuk Roll dan Pitch rate.
  • Pastikan untuk tidak menggunakan low rate bila tidak ingin drone yang diterbangkan sering terjatuh saat melakukan manuver seperti Flip atau Roll. Terkecuali bila Anda berada dalam jarak yang aman.
  • Seperti halnya saat menerbangkan drone dengan mode LOS pada kecepatan yang tinggi, gerakan Roll harus lebih besar daripada gerakan Yaw stick. Sebaliknya, bila Anda menggunakan kecepatan yang lebih santai, gerakan Yaw harus lebih banyak dari Roll.
  • Usahakan agar kepala Anda tetap menghadap ke arah depan ketika menerbangkan drone dengan mode FPV.
  • Pilih transmitter video dengan daya lebih dari 250 mw
  • Pilih kamera FPV yang memiliki sensor wide angle fob dan ccd.
  • Pilih antena fpv RHCP dengan nilai gain yang besar.
  • Apabila kualitas video yang dihasilkan buruk, muncul garis-garis nois misalnya, Anda bisa menambahkan LC filter agar effect noise tersebut bisa hilang. Terutama jika garis noise muncul akibat efek elektromagnetik dari motor brushless dan baterai.
  • Jika diperlukan, Anda bisa menambahkan video recorder atau dvr.
  • Agar dapat mengetahui voltase LiPo atau data penting lainnya, Anda bisa menambahkan opsi OSD.
  • Tambahkan pula mod diversity untuk kepekaan receiver Anda dalam menangkap sinyal atau gerakan receiver booster clearview agar hasil rekaman yang diperoleh makin ciamik!

Tips Membeli Drone FPV

Bisa dibilang, drone menjadi idola baru bagi para penggemar videografi dan fotografi. Lalu bagaimana jika seseorang tertarik untuk membeli perangkat drone baru sedangkan dirinya masih seorang pemula dan belum kenal dengan fitur-fiturnya sama sekali? Tidak berlebihan jika kemudian membeli drone dianggap sebagai transaksi yang gampang-gampang susah. Apalagi sudah banyak beredar merk drone dengan berbagai range harga dan fitur yang ditawarkannya. Benar-benar bikin bingung!

Sebenarnya, apabila Anda masih seorang pemula yang belum mahir dalam mengendalikan sebuah drone, Anda bisa memilih untuk membeli drone dengan harga murah terlebih dulu. Dengan begitu, Anda tak lagi perlu khawatir jika drone menabrak objek keras atau hilang. Selain itu, masih ada beberapa tips membeli drone FPV yang mungkin bisa Anda gunakan. Informasi lebih detailnya ialah sebagai berikut.

Baca Juga : Mengenal Jenis Pekerjaan Untuk Drone FPV

1. Ketahui Perbedaan Jenis Drone

Tips membeli drone FPV yang pertama ialah meriset perbedaan dari jenis-jenis drone yang dipasarkan. Pertanyaan-pertanyaan seperti ‘apa saja sih jenis dan perbedaan fungsi yang ada pada drone?’, pun mulai santer terdengar di telinga Kita. Nah, ternyata, jenis drone bisa dibedakan melalui jumlah rotor yang dimilikinya loh!

Pada dasarnya, jumlah rotor yang terdapat di bagian bodi, baik itu bentuk atau ukurannya, memiliki variasi yang cukup beragam. Rotor sendiri merupakan komponen penggerak elektrik yang memiliki fungsi untuk menghasilkan torsi dan kecepatan agar sebuah pesawat tanpa awak dapat bergerak secara seimbang di udara salah satu jenis drone yang populer di Indonesia ialah quadcopter yang memiliki 4 buah rotor.

Selain quadcopter, terdapat jenis drone lainnya yang tidak kalah menarik untuk dilirik. Sebut saja hexcopter dengan 6 rotornya, octocopter yang memiliki 8 rotor, dan masih banyak lainnya. Bukan hanya berfungsi untuk kebutuhan fotografi saja, namun drone memiliki fungsi lain untuk mendeteksi kehidupan di alam liar, mengukur dan mengidentifikasi ketinggian cerobong asap di pabrik, hingga memindahkan sebuah barang.

2. Pilih Produk yang Banyak Direkomendasikan

Memilih produk drone dengan kriteria dan merk tertentu seperti yang sudah banyak direkomendasikan menjadi tips membeli drone FPV berikutnya. Tapi, drone seperti apa yang sebenarnya benar-benar dibutuhkan oleh seorang pemula? Untuk kebutuhan para penerbang pemula, sebaiknya menggunakan drone berjenis quadcopter untuk dijadikan sebagai alat latihan.

Quadcopter sendiri direkomendasikan karena fitur terbangnya yang terbilang lebih stabil. Sehingga para pemula dapat mengoperasikan manuver drone dengan lebih aman dan mudah tentunya. Dengan berlatih menggunakan quadcopter, pilot drone diharapkan dapat belajar mengendalikan fitur-fitur dasar pada drone sebelum akhirnya berkecimpung langsung dalam dunia aerial photography.

3. Sesuaikan Fungsi Penggunaan Drone

Drone seperti apa yang Anda butuhkan? Semakin hari, perkembangan jenis dan fungsi dari drone semakin beragam. Mulai dari bentuk, ukuran, hingga fungsi yang dimilikinya. Oleh sebab itu, memastikan apa kebutuhan utama Anda ketika hendak membeli drone menjadi tips membeli drone FPV berikutnya.

Apabila pengguna membutuhkan drone untuk keperluan dokumentasi video, maka jenis RTF atau ready-to-fly dengan penggunaan yang lebih praktis serta dilengkapi dengan struktur yang stabil bisa menjadi pilihannya. Selain itu, hal ini juga akan memberikan jaminan bahwa pesawat tak berawak bisa bergerak dengan lebih mulus bila dibandingkan dengan jenis drone DIY atau do-it-yourself.

Kendati demikian, beberapa orang lebih memilih untuk menggunakan drone berjenis DIY. Sejalan dengan pengakuan dari beberapa penerbang drone yang mengungkapkan ketertarikannya untuk merakit sendiri drone yang dimilikinya sesuai dengan hobinya. Fungsi drone DIY yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dokumentasi menggunakan komponen go-pro atau yang lainnya pada penopang drone, menjadi salah satu alasan kuat mengapa seseorang lebih menyukai drone DIY.

4. Perhatikan Paket Pembelian

Salah satu pilot drone, yang juga merupakan seorang penjual drone online, mengatakan bahwa hampir semua pelanggannya bertanya tentang komponen apa saja yang termasuk ke dala paket pembelian. Umumnya, drone sudah tersedia secara lengkap di dalam satu paket. Mulai dari charger, baterai, propeller cadangan, dan lainnya. Tips membeli drone FPV ini penting agar Anda, selaku calon pembeli dapat mengidentifikasi kebutuhan perangkat drone yang dimiliki, pada saat salah satu komponen pesawat tak berawak ini hilang atau mengalami kerusakan.

Baca Juga : Cara Menerbangkan Drone FPV Lengkap

5. Pilih Jenis Baterai Drone

Dilanjutkan dengan tips membeli drone FPV selanjutnya, yakni memilih jenis baterai drone. Seperti yang Kita tahu, kebutuhan daya baterai tentu menjadi salah satu faktor utama yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan untuk membeli sebuah drone. Penerbang harus mengetahui apakan drone yang hendak dibeli bisa dipasangi dengan baterai biasa, seperti baterai jenis AA atau AAA yang umumnya dijual secara terpisah. Atau baterai yang bisa diisi ulang/rechargeable lithium.

Biasanya, untuk jenis baterai yang bisa diisi ulang, baterai itu akan masuk ke dalam satu paket yang sama dengan drone. Perlu dicatat, apabila Anda memutuskan untuk membeli baterai yang dapat diisi ulang, selalu pastikan untuk menyediakan aliran listrik ataupun baterai cadangan pada saat membawa drone bepergian.

6. Perhatikan Waktu Terbang

Berapa lama waktu yang dimiliki oleh sebuah drone untuk bertahan di udara? Bila Anda enggan untuk membawa baterai cadangan karena merasa itu adalah hal yang repot, maka pastikan agar daya tahan baterai drone cukup untuk digunakan. Jangan sampai proses rekaman terhenti akibat baterai drone yang habis.

Umumnya, mini quadcopter memiliki waktu terbang pada kisaran 7 hingga 20 menit. Sedangkan untuk jenis drone professional keluaran DJI, durasi terbang maksimum dapat mencapai kisaran 15 hingga 28 menit lamanya. Dalam durasi tersebut, pengguna bisa mengakomodasikan semua kebutuhan dokumentasi foto dan videonya secara bebas.

7. Bandingkan Harga Pasaran

Tips membeli drone fpv yang terakhir ialah soal harga. Pastikan berapa harga yang ditawarkan oleh sebuah drone dengan fitur dan keunggulan tertentu. Jangan dulu terjebak dengan rayuan iklan atau teman, karena memang harga mahal tidak selalu menjamin suatu drone memiliki kualitas yang bagus. Apalagi untuk kebutuhan pemula, hanya dengan uang  Rp250.000 hingga Rp1.000.000an saja, penerbang bisa memperoleh drone quadcopter mini yang cocok untuk digunakan dalam aktivitas berlatih.

Jika dirasa sudah memerlukan fungsi drone dengan spesifikasi profesional, jangkauan harganya tentu akan menjadi lebih tinggi. Diketahui, drone profesional biasa dibanderol dengan harga 6 hingga 25 jutaan. Saat ini, sudah ada terobosan fitur pocket drone, yakni pesawat tak berawak portable yang bisa digunakan untuk keperluan fotografi. Harganya sendiri berada di kisaran 3,7 sampai 10 jutaan.

Bagaimana? Sudah memiliki gambaran akan drone mana yang dirasa paling tepat untuk dipilih? Jangan lupa, sebelum memutuskan untuk membeli drone, Anda harus teliti terhadap semua fitur dan kebutuhan yang dimilikinya serta menerapkan semua tips membeli drone fpv di atas. Patri poin ini di dalam benak Anda, harga drone yang mahal belum tentu berkualitas. Jadi kejelian saat membelinya sangat penting untuk dilakukan.