Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Kepopuleran drone semakin hari semakin menunjukkan kegemilangannya. Ditandai dengan munculnya berbagai jenis drone baru yang memiliki fitur lebih kompleks, juga tumbuhnya peminat dari kalangan masyarakat yang semakin membludak. Walau sudah begitu populer, beberapa orang masih belum paham terhadap drone, jenis, dan juga komponen drone FPV yang dimilikinya.

Baca Juga : Semua Tentang FPV Drone: Pengertian, Jenis, dan Komponennya

Apa Itu Drone FPV?

FPV drone merupakan sebuah pesawat remote control yang dilengkapi dengan sebuah kamera pada bodinya, dimana kamera tersebut akan memungkinkan penggunanya untuk bisa melihat gambar/video hasil rekaman secara langsung di layar monitor transmisi atau kacamata FPV.

Pada dasarnya, FPV adalah singkatan dari First Person View. Jadi pada saat seseorang menggunakan drone FPV untuk kegiatan rekamannya, Ia bisa melihat gambar dari sudut pandang orang pertama. Sehingga seakan-akan dirinya mengendalikan drone tersebut langsung dari dalam drone. Bak pilot pesawat terbang sungguhan!

Daftar Komponen Drone FPV Membuat Drone Racing

Jenis drone FPV racing umumnya digunakan untuk kompetisi balap drone yang sangat seru dan banyak memacu adrenalin dari penerbangnya. Belakangan ini, drone FPV racing dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia. Bahkan diperkirakan, pertumbuhan peminatnya akan terus meningkat.

Lalu apa sajakah komponen drone FPV yang diperlukan untuk merakit satu buah drone? Ternyata komponennya cukup banyak dan beragam loh! Tertarik untuk mengetahuinya lebih jauh? Let’s check it out!

1. Rangka / Frame Drone FPV

Secara umum, drone FPV diklasifikasikan ke dalam drone yang gesit dan responsif. Terutama bila drone tersebut akan diikutkan dalam ajang kompetisi atau perlombaan balap drone FPV. Oleh karena itu, penerbang wajib menggunakan frame drone FPV yang kuat namun memiliki bobot yang ringan.
Katakan saja Anda menggunakan frame berukuran 200 mm atau 210 mm. Ukuran tersebut merupakan jarak sumbu diagonal yang terhitung dari rotor mounting 1 ke bagian lainnya. Frame berukuran 200 mm ini menjadi frame populer yang banyak digunakan oleh para pecinta drone lantaran ukurannya yang pas, sehingga dinilai akan lebih mudah dalam melakukan manuver. Lalu frame apa saja yang banyak direkomendasikan untuk drone FPV?

Emax NightHawk 200

Emax NightHawk 200 menjadi rekomendasi pertama untuk frame drone FPV.  Frame seharga Rp 750.000 ini sangat cocok bagi para penerbang yang mengutamakan kualitas, kekuatan, serta style dari drone yang hendak dirakit. Pasalnya, frame Emax NightHawk 200 ini mampu melakukan cable management dengan baik, sehingga membuat drone terlihat lebih rapi.

Tarot TL-200a

Kali ini, rekomendasi frame drone FPV berukuran 200 mm memiliki harga yang sangat terjangkau, yakni Rp 180.000 saja. Frame Tarot TL-200a ini sangat tepat untuk digunakan oleh para pemula yang baru terjun ke dunia drone. Namun perlu dicatat, bila hendak menggunakan frame ini, Anda harus melakukan beberapa penyesuaian terlebih dahulu, dengan begitu drone akan mampu terbang dengan maksimal.

2. Brushless Multirotor Motors

Drone FPV yang memiliki motor cepat dan bertenaga akan membuat drone bisa melaju dengan kecepatan oke sekaligus responsif terhadap segala instruksi bermanuver yang Anda lakukan. Untuk menunjang fungsi tersebut, Anda disarankan untuk menggunakan motor dengan ukuran 2300kv.

Cobra Cm-2204 2300kv

Untuk dapat merakit satu buah drone FPV, dibutuhkan 4 brushless motor yang memiliki ketahanan lama dan cukup andal. Adapun untuk salah satu komponen drone FPV Brushless Multirotor Motors yang banyak direkomendasikan oleh penerbang drone profesional adalah Cobra Cm-2204 2300kv yang dibanderol dengan harga Rp 300.000 per buahnya. Cobra Cm-2204 sendiri dipilih karena memiliki material yang baik dan kokoh serta dilengkapi dengan ball bearing yang berfungsi sebagai penopang shaftnya. Tak ayal jika kemudian motor ini kerap disebut sangat cocok untuk kegiatan balap drone FPV.

3. ESC atau Electronic Speed Control

FVT Littlebee 20A

Kebanyakan penggemar drone FPV memilih FVT Littlebee 20A untuk Electronic Speed Control/ESC-nya. Hal ini dikarenakan FVT memiliki performa yang sangat baik serta didukung Silabs untuk processornya. ESC yang dihargai dengan harga Rp 150.000 ini memiliki ukuran yang sangat kecil, yakni hanya 24,5 x 12,5 mm.

Baca Juga : Tips Membeli Drone FPV Terlengkap

4. Flight Controller Board

Komponen drone FPV berikutnya ialah Flight Controller Board. Nah, untuk rekomendasi produk ini sendiri adalah,

Abusemark Naze32 Rev6 Full

Dalam drone FPV, penerbang harus menggunakan Flight Controller Board yang berukuran ramping seperti halnya Abusemark Naze32 Rev6 Full yang biasa dipasarkan dengan harga Rp 720.000 ini. Selain kecil dan ramping, ternyata Abusemark Naze32 Rev6 Full mempunyai fitur yang sangat lengkap loh! Benar-benar definisi kecil-kecil cabe rawit deh!

5. Propeller atau Baling-Baling

Pilot pesawat tak berawak disarankan untuk menggunakan komponen drone FPV propeller/baling-baling dengan ukuran 5 x 4 x 3.

Sebenarnya, tidak ada produk atau brand khusus yang harus dibeli untuk komponen satu ini. Asal ukurannya sama, semua merk pun jadi. Perlu ditegaskan lagi, asal ukurannya sama. Hal ini bertujuan agar proses konfigurasi drone FPV dapat dilakukan dengan mudah. Jika menyinggung soal harga, umumnya propeller dijual dengan harga Rp 30.000 per pasangnya.

Jangan lupa, propeller yang diperlukan oleh quadcopter ini harus menggunakan 2 pasang yang berbeda. Satu pasang dengan arah putaran yang searah jarum jam dan satu pasang lainnya melawan arah jarum jam.

6. OSD atau On Screen Display

Micro MinimOSD rekomendasi produk untuk On Screen Display yang bisa Anda pertimbangkan. Lebih lengkapnya ialah sebagai berikut.

Micro MinimOSD

Tidak lengkap rasanya bila drone FPV tidak dipasangi dengan perangkat OSD. Bila Anda masih awam dengan apa itu OSD atau On Screen Display, komponen drone FPV ini memiliki fungsi untuk menambahkan HUD pada video yang ditransmisikan dari kamera drone ke FPV Googles atau layar monitor. Harga dari Micro MinimOSD ini adalah Rp 180.000.

7. PDB atau Power Distribution Board

Berikut ini adalah produk rekomendasi untuk komponen Power Distribution Board atau PDB.

Matek v2 PDB

Dipasarkan dengan harga Rp 120.000, PDB Matek v2 memiliki fitur andalan yang cukup lengkap. Sebut saja Lost Model Finder, Low Voltage Alarm, dan LED Light Controller. Power Distribution Board ini berguna untuk mengalirkan daya dari sebuah baterai ke 4 buah esc yang berbeda di dalam drone. Agar terlihat lebih menarik dan mudah untuk dikenali, pilot drone dapat menambahkan lampu LED pada PDB.

8. FPV Camera dengan sensor CCD (Charge-Coupled Device)

PZ4020M CCD

Ini adalah komponen drone FPV yang paling utama, apalagi kalau bukan kamera FPV? Kamera FPV yang dilengkapi dengan sensor CCD (Charge-Coupled Device) akan memberikan sensasi menerbangkan drone layaknya menerbangkan pesawat tempur. Penerbang profesional lebih banyak memiliki kamera dengan sensor CCD adripada sensor SMOS untuk digunakan pada drone FPVnya.

Hal tersebut dikarenakan sensor CCD memiliki Wild Dynamic Range/WDR yang lebih baik, sehingga video yang direkam akan tetap terlihat dengan jelas meskipun dalam kondisi yang ekstrim rendah cahaya. Salah satu produk FPV dengan sensor CCD yang banyak digandrungi penerbang drone di Indonesia adalah PZ4020M CCD. Produk ini dijual dengan harga Rp 300.000 per satunya.

Baca Juga : Mengenal Jenis Pekerjaan Untuk Drone FPV

9. VTX atau Video Transmitter

Perangkat yang ditawarkan dengan harga Rp 425.000 ini merupakan perangkat yang bertugas untuk menerima sinyal video dari kamera FPV bersensor CCD. Dengan kombinasi VTX + FPV CCD + OSD, maka pilot akan memperoleh hasil video real time dengan kualitas yang sangat baik, lengkap dengan HUD On Screen.

10. Receiver

FRsky TFR4SB

Untuk receiver, saran produk yang muncul datang dari FRsky TFR4SB seharga Rp 650.000. Adapun fungsi dari receiver ini adalah menerima sinyal instruksi yang dikirimkan oleh remote control atau transmitter.

11. Transmitter / Remote Control

Futaba 8FGS

Futaba 8FGS masuk ke dalam jajaran rekomendasi teratas untuk komponen drone FPV transmitter. Remote control super paling populer dalam dunia Drone FPV Racing yang biasanya digunakan pada ajang balapan drone dengan peserta profesional ini dibanderol dengan harga Rp 6.800.000.

Bila nominal tersebut dianggap terlalu mahal untuk kelas transmitter pemula, maka Anda dapat menggantinya dengan transmitter kelas entry level yang lebih murah. Namun perlu diperhatikan, Anda juga harus memastikan receiver dan transmitternya cocok. Hal ini dilakukan agar proses binding/sinkronisasi antara receiver dan transmitter bisa dilakukan dengan lancar.

12. FPV Googles / Kacamata FPV

Fat Shark Dominator V3

Sebenarnya komponen ini masuk ke dalam perangkat opsional. Anda tidak harus selalu menggunakan FPV Googles untuk dapat memainkan drone FPV, karena Anda dapat menggantinya dengan layar LCD ataupun smartphone yang digunakan. Tentunya dengan konfigurasi tambahan agar hasil video yang hendak ditransmisikan oleh drone bisa tampil pada media yang dikehendaki. Tapi jika tertarik untuk menggunakan komponen satu ini, Anda dapat memilih Fat Shark Dominator V3 seharga Rp 4.800.000.

Total Biaya yang Diperlukan Untuk Merakit Sebuah Drone

Untuk memudahkan Anda dalam mengestimasikan biaya total yang diperlukan dalam merakit sebuah drone FPV, Kami telah merangkumnya di bawah ini.

Emax NightHawk 200 – Rp 750.000 x 1 = Rp 750.000
Cobra CM2204/2300kv – Rp 300.000 x 4 = Rp 1.200.000
FVT Littlebee 20A – Rp 150.000 x 4 = Rp 600.000
Abusemark Naze32 Rev6 Full Edition – Rp 720.000 x 1 = Rp 720.000
HQProp 5x4x3 – Rp 30.000 x 2 pasang = Rp 60.000
Micro MinimOSD – Rp 180.000
Matek v2 PDB – Rp 120.000
Kamera PZ4020M CCD – Rp 300.000
VTX FT958 40ch 600mw – Rp 425.000
FRsky TFR4SB – Rp 650.000
Futaba 8FGS – Rp 6.800.000
Fatshark Dominator v3 – Rp 4.800.000

Dengan merakit drone sendiri, akan ada perasaan senang dan puas sekaligus bangga kepada diri sendiri. Walaupun harga-harga dari komponen drone FPV per satuannya cukup pricey, alias mahal, namun kualitas yang diberikannya juga sebanding. Nah, bila ditotal, jumlah anggaran yang harus dikeluarkan saat Anda memutuskan untuk merakit drone sendiri ialah Rp16.605.000. Perlu dicatat, bila harga tersebut dirasa terlalu mahal dan diluar anggaran yang dimiliki. Anda tidak perlu memaksanya. Sebaiknya Anda membeli drone yang sudah jadi dengan harga yang lebih terjangkau tentunya. Bagaimana? Sudah memutuskan akan merakit atau beli jadi? Segera realisasikan keinginan Anda untuk jadi penerbang drone FPV profesional sekarang juga!