Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Balap drone FPV banyak mendapatkan sorotan akhir-akhir ini. Disamping penggunaannya yang mudah dan harga yang cukup affordable, drone FPV memiliki banyak keunggulan yang sayang untuk dilewatkan. Karena sangat populer dikalangan masyarakat, muncullah sebuah even yang akan menguji kemampuan dari para pilot untuk mengoperasikan pesawat tak berawaknya, yakni balapan drone FPV. FPV racing class memungkinkan para penerbang drone untuk bisa terjun dalam liga balapan secara kompetitif dengan menerapkan derajat standarisasinya ke dalam olahraga udara. Menyinggung soal racing class, tahukah Anda apa itu sebenarnya kelas balapan drone?

Baca Juga : Semua Tentang FPV Drone: Pengertian, Jenis, dan Komponennya

Sekilas Tentang FPV Racing Class

Pada dasarnya, kelas balap FPV merupakan subkategori dalam ajang balap drone yang memiliki serangkaian aturan dan spesifikasi tertentu untuk membentuknya. Di Indonesia sendiri, sudah banyak kelas balap FPV yang muncul dengan regulasi juga spesifikasi berbeda. Nah, kelas balap FPV ini dirancang dengan berbagai tingkat keterampilan, pengalaman, dan batasan dari para penerbang. Adapun untuk kelas balap FPV yang paling umum dan populer adalah kelas terbuka dan kelas spesifikasi.

1. Kelas Terbuka (Open Class/Loose Spesifications)

Kebanyakan orang yang memilih kelas balap FPV terbuka merupakan seorang pemula atau mereka yang menggemari dunia drone, hanya hobi semata. Hal ini dikarenakan serangkaian spesifikasi yang dimiliki kelas ini cukup longgar. Termasuk pula batas baterai 6 sel, ukuran bingkai maksimum (250mm terhitung secara diaginal dari motor ke motor), dan 5 sampai 6 inci untuk ukuran baling-balingnya. Sebagai tambahan catatan, liga balap drone lain dapat menggunakan variasi dari aturan open class, karena bagaimanapun juga variasi ini merupakan spesifikasi dasar.

Konon, drone kelas terbuka sangat cepat dan gesit dalam merespon manuver dari pilotnya. Sifat terbuka dari racing class ini memungkinkan adanya banyak inovasi dan pengembangan yang positif. Pembalap drone umumnya akan memodifikasi drone mereka guna meningkatkan kinerja, daya tahan, kecepatan, dan kelincahan dari drone itu sendiri.

2. Kelas Spesifikasi (Spesification Class/Tight Spesifications)

Spec racing dalam kelas balap FPV didesain dengan aturan yang sangat ketat. Biasanya, pembatasan akan ditempatkan pada rangka, motor, perangkat lunak, atau bisa juga di seluruh bagian drone. Keketatan spesifikasinya bisa bervariasi bergantung pada jenis laga balapnya.

Salah satu contoh dari spec class ialah DCL/Drone Championship League yang memiliki spesifikasi cukup ketat. Kemudian adapula DRL/Drone Racing League yang merupakan liga balap dengan spesifikasi lengkap. Dimana satu-satunya pembeda dari pesawat-pesawat yang terbang adalah warna LED-nya dan pemilihan sudut kamera pilotnya.

Open Vs. Spec Class, Mana yang Lebih Baik?

Berikut ini merupakan beberapa poin pembanding dari drone spek class dan open.

1. Daya Saing Kelas

Hal pertama yang perlu disorot adalah bahwa spec class lebih kompetitif dibandingkan dengan open class. Disamping itu, open class lebih unggul dalam hal pengembangan kreativitas pesertanya, lantaran didalam open class, para pilot diijinkan untuk bereksperimen dengan penyiapan guna menentukan drone mana yang paling andal, paling cepat, dan paling tahan lama. Bahkan dalam beberapa kasus, pilot dapat memperoleh keuntungan signifikan berkat pesawat yang fungsinya berhasil dikembangkan lebih luas.

Daripada mengukur skor akhir dari siapa yang paling banyak menghabiskan waktu, tenaga, serta uang untuk dronenya, ajang balapan lebih mementingkan keterampilan seseorang dalam mengoperasikan pesawat tak berawak.  Persis seperti balapan Formula-1 dan Formula-2. Dimana pembalap hanya harus berjuang untuk memperoleh peringkat pertama, dan bukannya menunjukkan daftar pengalaman menggunakan mobil.

FPV racing class yang sudah distandarisasi ini akan memiliki hasil yang sama, karena peningkatan performa utama benar-benar berada di tangan pilot. Adanya standarisasi juga mengindikasikan bahwa seorang pilot tidak perlu menjadi insinyur agar dapat bereksperimen dan menemukan cara pengoperasian yang baik.

Malahan, pengaturan firmware dapat distandarisasi bergantung pada seberapa jauh Anda ingin melangkah. Nah, poin inilah yang selanjutkan akan menghilangkan kesulitan dari para pilot pemula dalam membangun dan menyetel dronenya untuk pertama kali.

2. Harga

Kabarnya, harga terendah dari sebuah balap drone open class dibanderol dengan harga $300. Penerapan standarisasi FPV racing class berpotensi menurunkan biaya masuk ke laga balap yang kompetitif dengan mengatur pesanan pembelian massal dari produsen dan menentukan kompinen dengan harga yang lebih murah. Hal ini diklaim memiliki imbas yang cukup positif dikarenakan ada banyak pilot yang tidak memiliki sponsor utama layaknya penerbang profesional.

Standarisasi menjamin bahwa drone/quad Anda akan kompetitif tanpa harus bereksperimen dengan pengaturan berbeda guna menentukan satu pengaturan yang paling kompetitif. Tentu hal ini sangat menguntungkan para pilot pemula yang tidak memiliki banyak pengalaman dalam memiliki komponen tingkat atas untuk seri open class.

3. Tingkat Kecepatan Balap

Secara umum, spec class biasanya lebih lambat daripada open class di kelas balap FPV. Namun hal ini tidak selalu menjadi hal yang buruk. Pasalnya, drone yang lebih lambat memberikan kesempatan pada pilot untuk memperoleh keuntungan waktu putaran yang signifikan dari peningkatan lini mereka, dibanding harus mendedikasikan lebih banyak untuk perangkat keras dari quad tersebut.

Misalnya saja, Anda dapay dengan mudah menjatuhkan setengah detik atau lebih dari gerbang ganda hanya dengan melakukan latihan. Berdasarkan ungkapan dari penerbang berpengalaman, terdapat potensi untuk menggunakan elemen ini dengan kecepatan penuh.

Gerakan yang sudah terus-menerus dilakukan akan membuat Kita terlatih. Nah, drone yang lebih lambat membuat balapan tentang konsistensi dan presisi, dan bukan hanya 'mengirimkannya' terbang di udara. Harus diakui, akan ada banyak adrenalin dalam diri penerbang saat 'mengirimnya' di lap terakhir ketika mencoba untuk menyalip drone lawan, dan menjadi pemimpin.

Apabila Anda dapat menerbangkan drone terbuka dengan presisi dan konsistensi, Anda boleh berharap FPV racing class berjalan kompetitif. Selain itu, balapan yang lebih lambat memungkinkan para penerbang untuk memperoleh keuntungan tambahan seperti mengurangi kemungkinan kerusakan dan meningkatkan baterai, ESC, dan umur panjang motor. Jiha dapat mengurangi tekanan yang diterima oleh komponen-komponen quad.

Baca Juga : 12 Komponen Drone FPV dan Penjelasan

4. Keterlibatan Penonton

Semakin dekatnya balapan, akan membuatnya semakin menarik untuk ditonton. Hal tersebut menjadi salah satu keungguoan utama yang dimiliki oleh kelas spec dalam FPV racing class. Saking menariknya beberapa laga drone bahkan disiarkan secara langsung di televisi-televisi lokal. Beberapa balapan yang paling populer adalah DCL dan DRL. Dimana keduanya sama-sama menggunakan spec drone.

Bila diperhatikan dengan jeli, drone di laga DRL semuanya identik. Tetapi pada ajang DCL, terdapat beberapa peraturan khusus yang lebih ketat dibandingkan kelas terbuka. Peraturan-peraturan tersebut mencakup mandat strip LED yang berguna untuk meningkatkan dudukan kamera aksi dan tingkat visibilitasnya. Pada tahun 2018 melalui Kejuaraan Drone Dunia FAI, peraturan itu memaksa pesaing untuk menjalankan tautan video definisi tinggi di atas keahlian yang mereka miliki.

Tentu hal ini mampu meningkatkan keterlibatan penonton karena balapan bisa dilihat melalui umpan definisi tinggi tersebut, atau bisa juga dari kamera yang terpasang disisi trek. Disebabkan adanya penambahan bobot, pilot open class biasanya tidak akan menjalankan tautan streaming video berkualitas HD ataupun menambah beban dronenya dengan kamera aksi.

5. Pengembangan Teknologi

Kelemahan utama yang dimiliki oleh sebagian besar spek FPV racing class adalah menghilangkan kesempatan untuk dilakukannya pengembangan. Mengingat balapan sendiri adalah sebuah wadah yang harusnya bisa menjadi tempat untuk proses pengembangan drone.

Jelas, hal ini mempersulit pilotnya untuk bisa memperoleh keuntungan dari hal lain selain keterampilannya. Saat unu, belum ada seri balap yang berfokus pada pengembangan. Akan tetapi, yanyangan balap drone Lockheed AI hadir karena tantangannya yang melibatkan spec drone yang bersaing satu sama lainnya untuk menguji pilot otonom yang ideal. Yang mana hal tersebut sudah diprogram untuk sebuah tim.

6. Tingkat Persaingan Pasar

Kekurangan lain berkaitan dengan balap spesifikasi ialah bahwa hal itu dapat memaksa perilaku pasar yang anti terhadap persaingan. Memaksa penerbang untuk menggunakan suatu komponen tertentu agar pasar mampu menciptakan permintaan buatan. Walaupun hal ini berdampak baik bagi pemasok spec class, namun perilaku anti persaingan ini akan mengurangi penjualan dari perusahaan lainnya.

Mungkin hal seperti ini tidak akan berdampak terlalu besar bagi seri FPV racing class berskala kecil. Tapi bila sudah merembet ke liga spek global populer yang menetapkan untuk hanya menggunakan satu perlengkapan dari sebuah perusahaan, maka perusahaan lain akan dirugikan. Pada dasarnya, pasar yang kompetitif merupakan hal yang baik karena dapat mendorong inovasi di masa depan.

Sedangkan pasar anti persaingan yang hanya dikuasai oleh satu perusahaan jelas akan menghilangkan kebutuhan untuk terus berinovasi dikarenakan perusahaan hanya memiliki satu produk untuk bersaing. Untuk pihak perusahaan, memiliki semua pangsa pasar tentu akan sangat menguntungkan. Namun bagi pihak konsumen, penting bahwa pasar industri memiliki diversifikasi di beberapa perusahaan.

Baca Juga : Kelebihan Drone FPV dan Bedanya Dengan LOS

7. Evolusi Balap

Bisa dibilang, balapan drone terbilang sebagai aktivitas olahraga udara baru. Pasalnya, balapan ini baru bisa menggaet banyak daya tarik dalam 5 tahun belakangan. Berkembang dari hobi fotografi dan videografi, teknologi baru yang diintegrasikan ke dalam drone terus menunjukkan peningkatan kinerja yang baik. Untuk membuktikannya, Anda bisa membandingkan kinerja drone yang dirilis pada tahun 2016 dan saat ini. Tentu saja, drone keluaran saat ini akan memiliki spesifikasi yang lebih baik dan kinerja yang lebih tanggap.

Perlu dihapami dengan baik, meskipun FPV racing class menerapkan standarisasi untuk pilot dan dronenya, namun menetapkan sebuah standar untuk tahun-tahun mendatang jelas bukanlah hal yang bijaksana, karena dapat menghentikan perkembangan dan kemungkinan inovasi dari balap tersebut. Liga spec harus mengizinkan adanya pembaruan perangkat lunak atau spesifikasi drone milik mereka setiap tahunnya untuk mengakomodasikan pengembangan yang mungkin terjadi, dan juga ketersediaan stok.

Tidak perlu signifikan, pembaruan tahunan ini bisa dilakukan hanya dengan menambahkan daftar komponen spesifikasi yang disetujui dalam standarisasi yang berlaku. Sehingga akan memastikan bahwa spec class tetap terkini namun juga sangat kompetitif.

Mungkinkah Spec Racing Digantikan Open?

Spec dan open pada FPV racing class memiliki pro dan kontra. Balap spec banyak memperoleh popularitas dan menjadi seri balap yang cukup layak untuk diperdebatkan. Dibandingkan harus menghanti open class, spec class akan jauh lebih cocok untuk disebut sebagai seri komplementer.