Melihat Indonesia dari Udara

Quadcopter merupakan jenis drone dengan 4 motor dan 4 baling-baling. Saat memutuskan untuk mempelajari cara menerbangkan quadcopter, maka hal yang terpenting adalah mempelajari bagaimana prinsip kerjanya. Menguasai prinsip kerja quadcopter drone secara menyeluruh pastinya akan memberikan pengalaman terbang yang menakjubkan. Bagaimana drone terbang di udara adalah bagaimana pilot memainkan remote control di tangannya.

Saat pertama kali menerbangkan drone, dorong stik dengan pelan agar quadcopter melakukan sedikit gerakan. Jika sudah merasa lebih nyaman dalam mengendalikannya, maka bisa membuat gerakan yang lebih tajam lagi. Semakin keras mendorong stik, maka semakin kuat pula quadcopter bergerak ke arah yang dikehendaki.

Prinsip Kerja Quadcopter Drone di Udara

Prinsip kerja quadcopter drone adalah beroperasi menggunakan 4 motor serta 2 pasang baling-baling. Motor inilah yang bertugas untuk menggerakkan baling-baling, sehingga bisa mengangkat drone terbang ke udara. Kecepatan perputaran motor dan baling-baling akan sangat berpengaruh dengan bagaimana gerakan drone selama mengudara.

Untuk bisa mengangkat kerangka drone, 2 pasang baling-baling berputar dengan arah yang berbeda. Sepasang baling-baling akan bergerak searah jarum jam, sementara sepasang baling-baling lainnya bergerak melawan arah jarum jam.
Namun, semua bergerak dengan kecepatan yang sama. Perbedaan arah putaran baling-baling menghasilkan adanya gaya tarik dan gaya dorong yang melawan prinsip gaya gravitasi. Hal inilah yang menyebabkan quadcopter dapat melayang di udara.

Gerakan Quadcopter Drone Lainnya

Selain melakukan gerakan melayang di udara secara seimbang, quadcopter juga bisa melakukan gerakan lainnya. Ada aturan dan prinsip khusus agar quadcopter drone dapat melakukan berbagai macam gerakan ketika melayang-layang di udara. Nah, berikut adalah beberapa gerakan yang bisa dilakukan oleh quadcopter drone:

1. Roll (menggulung)

Gerakan ini memungkinkan quadcopter untuk berputar atau menggulung ke kanan atau ke kiri. Untuk melakukan gerakan ini, maka perlu adanya perubahan kecepatan putaran pada baling-baling kanan dan kiri. Namun, perubahan kecepatan yang dilakukan harus memiliki selisih yang sama pada setiap pasangan baling-baling.

2. Pitch (mengangguk)

Pitch dilakukan untuk membuat gerakan mengangguk. Sehingga quadcopter akan melakukan gerakan maju atau mundur. Untuk melakukan gerakan ini, perubahan kecepatan diterapkan pada sepasang baling-baling depan serta belakang. Sama halnya dengan gerakan roll, perubahan kecepatan yang dilakukan pada pitch juga harus memiliki selisih yang sama.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap Bagian-Bagian Drone dan Fungsinya

3. Yaw (mengoleng)

Gerakan ini akan membuat quadcopter mengoleng, baik searah atau berlawanan jarum jam. Yaw dihasilkan saat dengan menurunkan kecepatan pada salah satu pasang baling-baling serta menaikkan kecepatan pada satu pasang baling-baling yang lain. Dengan cara ini, maka quadcopter akan melakukan gerakan berputar ke arah putaran sepasang baling-baling yang kecepatannya lebih lambat.

4. Throttle (mencekik)

Throttle biasanya dilakukan bersamaan dengan gerakan yaw. Gerakan ini memungkinkan pilot membuat pola atau lingkaran. Hal ini juga memungkinkan bagi fotografer atau videografer untuk mengikuti objek yang mengubah arah. Throttle akan membuat baling-baling cukup kuat untuk mengudara.

5. Altitude (naik turun)

Untuk membuat gerakan vertikal naik turun, mekanisme yang dilakukan adalah menurunkan serta menambahkan kecepatan putaran pada setiap baling-baling. Menambah kecepatan baling-baling artinya akan membuat quadcopter semakin baik ke atas. Sebaliknya, pengurangan kecepatan baling-baling akan membuat quadcopter semakin turun ke bawah.

Itulah beberapa prinsip kerja quadcopter drone dalam melakukan berbagai gerakan saat mengudara. Untuk menjadi pilot drone yang mahir, tentunya harus menguasai semua jenis pergerakan drone di udara. Selain demi keselamatan, mempelajari pergerakan drone juga penting agar bisa bersenang-senang selama quadcopter terbang di udara.