Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Secara umum drone seringkali disebut dengan kendaraan atau pesawat tanpa awak yang memiliki banyak fungsi dan dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih. Pada saat akan menerbangkan Drone, maka Anda harus memahami terlebih dahulu mesin atau cara kerja dari motor Drone dengan lengkap.

Prinsip Kerja Motor Drone

Memahami bagaimana motor drone bekerja adalah hal yang penting. Pasalnya dengan memahami prinsip kerja dari Drone tersebut, maka Anda akan bisa mengatasi segala masalah yang terjadi pada Drone. Misalnya Drone yang gagal terbang atau masalah lainnya. Ada beberapa bagian utama yang terdapat pada Drone, yang diantaranya adalah The Frame, Battery and Charger, Motors, Propellers, Electronic Speed Control (ESC), Radio Transmitter and Receiver dan yang terakhir adalah Flight Control Board. Inilah prinsip kerja dari motor drone yang akan dibahas secara lengkap:

Baca Juga :

Fungsi Fitur Remote Control dan Transmitter Drone

Prinsip Kerja Quadcopter Drone Secara Lengkap

1. Frame

Bagian frame ini adalah bagian pada Drone yang menghubungkan seluruh komponen yang terdapat di dalam alat canggih ini. Jika quadcopternya dibuat sendiri maka Anda harus mempertimbangkan bagaimana berat dan ukuran frame tersebut, yang nantinya juga akan mempengaruhi pengalaman Anda ketika menerbangkan Drone.

Keempat motor yang ada pada Drone sudah terpasang di beberapa ujung kerangka yang ada di sana. Perbedaannya adalah ke arah mana flight controllernya menghadap dan ke arah mana pengendali utama berada.

2. Motors

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa Drone memerlukan empat motor yang fungsinya adalah untuk menggerakkan baling-baling. Semakin tinggi kV-nya maka akan semakin cepat juga bagian motor ini berputar. Motor ini menjadi penggerak utama pada Drone, yang akan membuat Drone terbang dengan mudah di udara. Arah dua bagian yang satu mengarah seperti arah jarum jam, dan arah dua bagian lainnya berbanding terbalik dengan arah jarum jam. Penyebabnya adalah motor dan baling-baling pada Drone memiliki satu arah gerakan yang disesuaikan dengan prinsip momen torsi yang pernah kita pelajari dalam pelajaran fisika.

3. Electric Speed Controls (ESCs)

Bagian ini merupakan komponen kabel yang fungsinya adalah sebagai penghubung baterai dan juga motor. Bagian ini juga menjadi penyampai sinyal pada motor yang juga memberi tahu mereka seberapa cepat perputarannya.
Setiap kali motor berputar dengan kecepatan yang berbeda-beda, hal itu akan memungkinkan Anda untuk merubah arah dan melakukan manuver lainnya. Hal itu juga dilakukan oleh kontrol kecepatan elektron, sehingga menjadi sesuatu yang sangat penting.

4. The Flight Control Board

Bagian kontrol penerbangan yang satu ini merupakan komandan operasi yang ada pada Drone. Kegunaannya adalah untuk mengontrol accelerometer dan giroskop, yaitu seberapa cepat gerakan di bagian itu setiap kali motor berputar.

5. The radio transmitter

Bagian ini merupakan remote control, yang juga menjadi akses penerima atau disebut dengan antena yang terdapat pada copter yang berbicara pada remote control itu sendiri. Pada saat Anda melakukan penyesuaian di bagian pemancarnya, maka penerima ini akan memahami pengaturan yang ada kemudian mengirimkannya ke semua sistem quadcopter tersebut.

6. Baterai

Bagian ini merupakan sumber daya untuk semua bagian quadcopter. Baterai ini juga harus diisi terus untuk penerbangan, atau pengisian ulang. Jika tidak ada baterai, maka Anda tak akan bisa menerbangkan Drone. Jenis baterai yang sering digunakan adalah baterai lipo, yang dimana setiap sel baterainya mempunyai daya nominal sebanyak 3,7 volt.

Itulah informasi seputar prinsip kerja dari bagian-bagian motor drone. Dengan memahami informasi ini diharapkan Anda bisa semakin mudah untuk menguasai perangkat drone dan bisa mengatasi apabila terdapat masalah yang terjadi pada drone Anda.