Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Pesawat tanpa awak atau lebih dikenal dengan sebutan drone, kini semakin banyak diterbangkan di Indonesia. Teknologi yang mulanya digunakan untuk keperluan ini, sekarang telah berkembang untuk aktivitas bisnis serta hobi. Namun, pengoperasian drone di ruang udara Indonesia harus mematuhi aturan. Regulasi drone Indonesia diatur oleh PM 47 tahun 2016 yang bertujuan untuk menjaga keselamatan penerbangan dan bahaya yang mungkin ditimbulkan akibat menabrak drone.

5 Regulasi Drone Indonesia yang Wajib Dipatuhi

Diterbitkannya aturan menerbangkan drone di wilayah udara Indonesia merupakan upaya untuk menjaga keselamatan bersama. Hal ini mengingat bahwa ada banyak pihak yang sama-sama menggunakan ruang udara. Maka dari itu, telah disepakati suatu aturan agar penerbangan drone bisa lebih tertib. Regulasi drone Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Ketinggian, Jarak, dan Berat Drone

Drone tidak diizinkan untuk terbang di atas 492 kaki atau 150 meter. Penerbangan degan ketinggian lebih dari itu, maka harus ada surat izin resmi. Drone yang mendapat izin beroperasi adalah memiliki berat kurang dari 7 kilogram atau 15,4 pon. Jika drone yang digunakan mencapai berat 25 kg atau lebih, maka perlu izin resmi untuk bisa menerbangkannya. Jarak maksimal drone diterbangkan adalah hanya 9,32 mil saja atau sekitar 15 kilometer.

2. Penerbangan Drone di Kawasan Terbatas

Penerbangan drone pada jarak 500 meter dari kawasan udara terbatas adalah dilarang. Beberapa wilayah yang termasuk kawasan udara terbatas adalah kawasan operasi militer, kawasan latihan militer, pangkalan udara TNI, markas besar TNI, kawasan peluncuran satelit dan roket, kawasan latihan penerbangan dan penembakan militer, serta ruang udara yang dipakai untuk kegiatan pemerintahan.

3. Penerbangan Drone pada Kawasan Bandar Udara

Pemerintah melarang pengoperasian drone di wilayah perairan, daratan, maupun ruang udara di sekitar bandar udara. Tujuannya jelas untuk menjamin keselamatan penerbangan pesawat udara. Maka dari itu, drone dilarang terbang melintasi wilayah controlled airspace, yaitu kawasan layanan panduan lalu lintas penerbangan (air traffic control), kawasan layanan informasi penerbangan (flight information service), serta kawasan pelayanan kesiagaan (alerting service).

4. Pemakaian Drone Selain untuk Rekreasi dan Hobi

Jika pemakaian drone hanya untuk tujuan hobi serta rekreasi, maka tidak perlu ada surat izin selama penerbangan drone dilakukan pada wilayah yang aman. Untuk pemakaian di luar hobi dan rekreasi, maka perlu adanya lampiran surat izin serta sertifikasi agar bisa terbang dengan aman tanpa melanggar hukum dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : Mengenal Jenis Pekerjaan dari Drone

5. Pidana dan Denda

Semua aturan pemerintah terkait penerbangan drone di wilayah udara Indonesia harus ditaati demi menjaga keselamatan bersama. Jika terjadi pelanggaran, maka pelaku bisa dikenai denda senilai 100 juta hingga 5 miliar Rupiah. Pelaku juga akan dijerat kurungan selama 1 – 5 tahun di dalam penjara. Aturan ini tertuang pada Pasal 410 – 443 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 yang mengatur perihal Penerbangan.

Selain aturan di atas, pemerintah juga menyarankan untuk tidak menerbangkan drone pada malam hari. Drone juga tidak boleh diterbangkan di daerah padat penduduk atau diterbangkan di atas kerumunan orang. Tujuannya adalah untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Pilot drone sebaiknya mematuhi semua aturan dan regulasi drone Indonesia yang diberlakukan oleh pemerintah. Mengingat bahwa hukuman bagi pelaku yang tidak patuh aturan ini cukup berat. Jadi, jangan pernah menerbangkan drone secara sembarangan tanpa memperhatikan aturan yang ada. Jangan hanya mementingkan diri sendiri tanpa menjaga keselamatan semua orang.