Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Dalam dunia fotografi, filter merupakan aksesori tambahan yang wajib digunakan untuk menciptakan efek yang mengagumkan. Begitu pula dengan foto drone, juga membutuhkan yang namanya filter agar hasil pemotretan dari udara jadi semakin sempurna. Filter adalah sebuah sistem optis pembantu yang di padang di depan lensa kamera. Melalui perangkat ini, fotografer bisa memodifikasi gambar menjadi lebih spesial pada saat pemotretan.

Secara fisik, filter berbentuk lembaran tipis seperti kaca transparan. Selain berguna melindungi lensa, filter juga bisa mengubah karakteristik cahaya yang masuk melewati lensa. Adanya filter juga akan memberikan efek khusus pada gambar hasil pemotretan. Lantas, apa saja filter kamera untuk fotografi drone dan bagaimana cara mengaturnya?

Ini Dia, 3 Jenis Filter Kamera yang Wajib Ada untuk Foto Drone

Sebenarnya, banyak sekali jenis filter kamera yang bisa digunakan untuk menghasilkan gambar lebih sempurna. Namun, ada 3 jenis filter yang paling penting dan wajib ada pada fotografi drone. Nah, berikut ini adalah ketiga filter tersebut:

1. Neutral Density (ND) Filters

Filter ND berfungsi untuk mengatur jumlah atau intensitas cahaya yang masuk melalui sensor kamera, namun tidak mengubah rona gambar ataupun warna. Dengan filter ini, kita bisa menghasilkan gambar dengan hasil lebih terang atau lebih gelap tanpa perlu melakukan setting ISO, Aperture, maupun shutter speed.

Baca Juga : Cara Setting Kamera Untuk Drone Fotografi

Filter ND cocok digunakan untuk mengurangi over-exposure saat kamera menggunakan aperture lebar di bawah cahaya terang. Pemanfaatan terbaik dari filter ND adalah digunakan untuk memotret secara slow speed pada objek yang bergerak. Misalnya, memberikan efek milky water pada air terjun dan efek blur pada awan atau sungai.

2. Polarizing Filters

Polarizing filter cocok digunakan untuk foto drone yang mengambil objek berupa pemandangan. Fungsi dari filter ini adalah untuk menghasilkan polarisasi cahaya dimana secara dramatis akan meningkatkan warna, meningkatkan kontras, dan mengurangi pantulan cahaya. Polarizing filter ini memiliki sebuah ringan yang dapat digunakan untuk menyesuaikan sudut cahaya yang diinginkan.

Hasil gambar mungkin kurang maksimal pada objek seperti sungai atau langit karena efek pantulan cahaya. Untuk menghasilkan gambar terbaik saat drone terbang di bawah cahaya terang, kuncinya adalah pilot harus peka terhadap arah kamera dan cahaya. Dengan adanya filter polarisasi ini, secara otomatis tingkat kecerahan cahaya akan diatur sedemikian rupa untuk menghasilkan gambar yang lebih maksimal. Misalnya warna langit atau sungai menjadi semakin biru seperti objek aslinya.

Baca Juga : Perbedaan Teknik Pengambilan Gambar Drone Pemula dan Profesional

3. UV Filters

Filter UV berguna untuk melindungi lensa kamera dari air, kotoran, debu, maupun kelembaban yang berlebihan. Filter ini juga sangat penting untuk melindungi kamera dari terjadinya goresan. Mengingat bahwa sebagian drone hanya memiliki satu lensa bawaan, maka penting sekali untuk selalu mengaktifkan filter ini di setiap perjalanan.

Jika tidak, maka lensa kamera drone bisa saja mengalami benturan atau goresan. Bahkan, bukan tidak mungkin lensa akan pecah saat mengalami benturan yang tidak diinginkan. Daripada harus mengganti lensa kamera yang harganya sangat mahal, lebih baik pasang filter UV yang berkualitas tinggi pada kamera drone fotografi pada setiap perjalanan.

Baca Juga : Tips Mencegah Kecelakaan Drone Jatuh Saat Belajar

Beberapa filter yang kurang berkualitas mungkin hanya akan membuat kamera kehilangan ketajaman gambar dengan adanya tambahan lapisan kaca di depan lensa. Namun, filter yang berkualitas tidak akan mengurangi kualitas foto drone sama sekali. Jadi, tidak masalah untuk membeli filter berkualitas meski harganya sedikit lebih mahal. Harga yang lebih mahal, pastinya akan memberikan hasil yang lebih mengagumkan dan spesial.