Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Memainkan rc FPV atau menerbangkan sebuah drone dengan menggunakan metode FPV/First Person View, sangatlah berbeda dengan menerbangkan drone pada metode LOS/Line of Sight. Pada metode LOS, penerbang harus benar-benar berkonsentrasi penuh pada drone yang ada dilangit, mulai dari melihat arah depan-belakang dari kejauhan, juga menyesuaikan stick pada transmitter untuk keperluan navigasi. Sangat disarankan bagi pilot yang sedang belajar mengoperasikan drone, untuk menggunakan mode LOS sebelum akhirnya berpindah ke mode FPV. Menyinggung soal FPV, tahukah Anda apa saja kelebihan drone FPV?

Baca Juga : Tips Membeli Drone FPV Terlengkap

Sekilas Tentang LOS

Dengan menerbangkan aircraft atau drone pada mode LOS, pilot akan memiliki reflek atau insting yang tajam terkait dengan navigasinya. Anda akan mengerti tentang throttle control atau navigasi yang didasarkan pada pergerakan drone di depan pandangan Anda secara langsung. Pada tahap ini, Anda dapat berlatih melakukan tuning yang sebenarnya dengan melihat langsung bagaimana perbedaan yang dimiliki oleh setiap setinggan yang Anda buat pada perangkat drone.

Sebelum terbang dengan menggunakan mode LOS, beli atau rakitlah terlebih dulu drone yang biasa. Dengan catatan, drone tersebut sudah mampu mengudara dalam mode acro. Adapun beberapa rekomendasi drone yang bisa dijadikan sebagai referensi adalah sp racing f3, naze32, lumenier lux, airbot, atau drone sejenisnya yang memiliki frame sedang berukuran 210-250mm. Selain itu, Anda juga harus memilih transmitter yang memiliki jangkauan minimal 900 meter sekaligus mendukung mode fail safe. Untuk urusan dayanya, baterai lipo harus memiliki kapasitas antara 1500-2200 mAh.

Hal yang umum untuk diketahui saat terbang Line of Sight :

  • Untuk penggunaan baterai 3S, setting rc rate ke 1,05 dan roll and pitch pada 0,80-0,85. Sedangkan untuk 4S, setting rc yang diperlukan adalah 0,8-0,9. Dan untuk roll and pitchnya adalah kurang dari 0,80-0,85.
  • Aktifkan fitur fail safe.
  • Pasangi drone dengan baterai yang memiliki indicator alarm.
  • Mulailah prosesi navigasi ke kanan dan ke kiri. Jika drone yang dikemudikan terbang dengan kecepatan tinggi, maka gerakkan roll stick harus lebih besar dibanding yaw stick. Sebaliknya, gunakan yaw stick yang lebih besar daripada roll stick bila drone terbang dengan kecepatan santai.
  • Cobalah melakukan flip atau roll dan pastikan drone tidak terbang lebih dari 4 meter di atas tanah.
  • Jika dirasa terlalu lambat, penerbang boleh menambahkan roll/pitch ratenya sedikit demi sedikit dan kemudian mencobanya lagi. Pun demikian saat drone terbang terlalu cepat, maka pilot dapat mengurangi settingan rate yang ada.
  • Tandai bagian depan drone dengan selotip atau penanda lainnya, atau bisa juga membedakan warna propeller depan dan belakang drone. Hal ini penting untuk dilakukan karena bagian depan/belakang drone akan sulit terlihat bila sudah terbang ¬†jauh. Terkecuali bila penerbang sudah memiliki insting yang sangat baik.
  • Hal utama yang terpenting saat menerbangkan LOS ialah kontrol throttle yang perlu sering dipelajari saat berbelok, melakukan flip/roll, serta mengerem/menghentikan laju drone.
  • Usahakan untuk tidak menerbangkan drone terlalu tinggi/membelakangi objek tertentu bila menggunakan mode LOS. Hilang pandangan barang sedetik, drone bisa hilang loh!

Alat dan Bahan untuk LOS Flying Drone Stabil

Beberapa alat dan bahan yang diperlukan agar dapat terbang dalam mode LOS sangatlah sederhana dan umum untuk ditemukan. Sebut saja transmitter receiver, flight controller, frame carbon berukuran 210-250mm, brushless motor 2300kv-2700kv, ESC, LiPo checker, baterai, PDB, serta aksesoris pendukung lainnya. Beralih pada bagian firmware, Betaflight dianggap sangat tepat untuk dipilih lantaran memiliki kecepatan yang baik dalam update fitur-fiturnya, portable, dan juga mudah untuk diatur ulang, serta memiliki banyak referensi di internet.

Perlu diketahui, beberapa pilot yang memilih mode LOS untuk terbang seperti halnya quad move, terkadang memilih untuk menggunakan rate yang kecil. Sehingga mereka dapat lebih merasakan pergerakan saat mengendalikan drone dengan navigasi full stick movement. Akan berbeda hasilnya bila menggunakan rate yang tinggi, sebagai contoh saja saat melakukan roll stick, stick yang baru bergerak 85% sudah bisa membuat drone berputar.

Kilas Balik FPV ( First Person View )

Beralih pada pokok utama ulasan ini, ialah FPV dan segala kelebihan drone FPV. FPV sendiri adalah sebuah metode dalam menerbangkan drone atau rc dengan cara video piloting yang mana drone tersebut akan dipasangi dengan fitur tambahan seperti kamera FPV, dvr, diversity, OSD, video transmitter, dan video receiver pada sistemnya. Fungsinya adalah untuk mengendalikan drone/aircraft tanpa perlu ,melihat ke arah drone secara langsung, melainkan melalui video yang dipancarkan oleh drone seperti seakan-akan Kita sedang menjadi pilot dan mengemudi di dalam drone itu sendiri. Sehingga, mempermudah pilot dalam mengendalikan drone walaupun berada di jarak yang jauh sekalipun.

Baca Juga : Semua Tentang FPV Drone: Pengertian, Jenis, dan Komponennya

Kelebihan Drone FPV

Salah satu kelebihan drone FPV selain akan memunculkan rasa candu untuk para penerbangnya, adalah memiliki tampilan on board yang sangat praktis. Kabarnya, tampilan on board yang ada pada drone FPV sudah menghilangkan banyak masalah yang dihadapi pada drone dengan mode LOS, yakni kehilangan pandangan dari drone ketika terbang di belakang rintangan atau berada di bawah sinar matahari. Selain itu, drone FPV juga memungkinkan penggunanya untuk melihat detail-detail seperti status baterai secara langsung pada layar yang ada.

FPV memberikan kontrol yang jauh lebih tepat atas drone. Tentunya ini sangat membantu penerbang untuk mengendalikan drone dari ruang dengan jarak cukup jauh. Juga, drone FPV dinilai dapat terbang dengan lebih gesit.

Apa yang Membedakan Mode FPV dan LOS?

1. Kamera FPV

Pada awalnya, kamera yang terpasang pada drone FPV merupakan kamera pengawas yang dirancang ulang dengan ukuran yang lebih ringan, kecil, dan mudah dipasang pada pesawat tak berawak. Sebagian besar kamera FPV yang digunakan saat ini sudah dirancang untuk latensi yang sangat rendah. Walau begitu, drone dapat memberikan rentang yang dinamis untuk perubahan cepat dalam hal pencahayaan. Tentu hal ini menjadi poin utama dalam kelebihan drone FPV.

Dikarenakan fokus latensi yang rendah, kamera FPV analog biasanya tidak mampu menangkap rekaman dengan kualitas HD digital seperti yang biasanya Kita lihat pada Youtube. Oleh karena itu, penambahan kamera seperti Go-Pro banyak digunakan oleh penerbang pesawat tanpa awak ini. Sebagai tambahan informasi, pada saat hendak memilih kamera apapun, hal pertama yang perlu dilihat adalah resolusinya. Namun bila drone FPV yang digunakan, ada faktor penting lain yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan. Yakni latensi dan rentang dinamis yang lebar.

2. VTX DAN VRX

Sistem transmisi video menentukan keandalan dan jangkauan dari video yang Anda rekam. Nilai yang diklaim akan membantu penerbang dalam memahami frekuensi FPV dengan lebih baik ialah 5,8 Ghz. Dengan frekuensi tersebut, drone FPV yang sedang terbang tidak akan terganggu atas drone-drone FPV lain yang berada di sekitarnya.

Ada kemungkinan dimana beberapa orang akan menerbangkan drone bersama-sama dengan mengelola frekuensi video dengan benar, seperti memanfaatkan lebih banyak frekuensi dan menambahkan lebih banyak pemisahan frekuensi. Mengingat tidak semua VTX dan VRX beroperasi pada saluran yang kompatibel, pastikan agar VRX Anda dapat mendukung saluran yang digunakan oleh VTX.

Baca Juga : Mengenal Jenis Pekerjaan Untuk Drone FPV

3. Antena untuk VTX dan VRX

Kelebihan drone FPV ini berasal dari antena yang akan digunakan untuk VTX dan VRX. Terdapat berbagai jenis antena FPV yang beredar dipasaran. Jenis konektor antena VTX dan VRX yang kerap dipasok, sudah terpolarisasi secara linier, memiliki warna yang lebih sederhana, serta lebih murah untuk dibuat. Walau begitu, antena ini dapat bertahan untuk waktu yang lama.

Penggunaan antena directional dengan gain yang tinggi akan memungkinkan penerbang dapat menerbangkan dronenya lebih jauh dengan mengorbankan sudut penerimaan yang lebih sempit. Agar kinerjanya lebih maksimal, gunakan antena dengan arah RHCP dan gain yang besar.

4. Goggles/Monitor FPV

Kacamata FPV biasanya dibanderol dengan harga yang lebih mahal daripada monitor, naum kacamata ini dapat memberikan pandangan terbang yang lebih baik.terdapat beberapa kelebihan drone FPV dengan monitor, disamping biayanya, seperti meungkinkan penerbang untuk beralih antara mode LOS dan FPV dengan praktis dan mudah. Monitor juga dirasa lebih nyaman bagi para penerbang berkacamata, baik min atau plus. Walaupun beberapa produsen dari FPV Goggles sudah menawarkan ragam lensa yang berbeda untuk mereka yang memiliki gangguan mata, sebaiknya tetap gunakan monitor LCD terlebih dulu, meskipun akan dirumitkan dari segi power suply, receiver yang terpisah, serta susunan yang kadang tidak rapi.  Pasalnya, LCD memiliki interface yang lebih mudah untuk digunakan, sehingga akan sangat cocok saat digunakan untuk belajar.

Hal yang Umum Untuk Diketahui Saat Terbang FPV (First Person View )

Selain menyorot kelebihan drone FPV, ada beberapa hal umum yang harus diketahui saat menerbangkan drone FPV. Beberapa diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Atur rate drone yang hendak digunakan pada posisi medium to high rate, RC pada poin 1,05 atau lebih, serta Roll and Pitch rate pada 0,80 atau lebih. Sehingga pilot pesawat tak berawak bisa bermanuver pada mode acro dengan frekuensi yang lebih sering dan cepat.
  • Akan ada kemungkinan drone sering terjatuh saat melakukan manuver seperti Flip atau Roll bila pilot menerapkan low rate pada settingannya.
  • Persis seperti saat menerbangkan drone dengan mode LOS, gunakan gerakan roll yang lebih besar dari gerakan yaw stick jika ingin terbang dengan kecepatan yang tinggi, pun demikian sebaliknya.
  • Terus hadapkan kepala Anda ke depan saat menerbangkan drone pada mode FPV.
  • Pilih kamera FPV dengan sensor ccd dan juga wide angle fov.
  • Gunakan transmitter video dengan daya 250mw atau lebih.
  • Pilih antena FPV RHCP yang memiliki gain tinggi.
  • Bila mendapati adanya garis-garis noise, maka Anda bisa menambahkan LC filter untuk menghilangkannya.
  • Tambahkan dvr atau video recorder.
  • Tambahkan OSD guna mengetahui voltase LiPo dan data penting lain terkait kondisi dan kinerja drone.

Banyaknya kelebihan drone FPV menjadi faktor utama mengapa drone FPV digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Salah satu kelebihan tersebut ialah penggunaan yang mudah, ringkas, praktis, dan harga yang terjangkau.