Melihat Indonesia dari Udara

Hampir semua perusahaan memerlukan drone untuk pemetaaan dan keperluan survei. Hal ini dikarenakan dengan penggunaan drone memungkinkan perusahaan untuk dapat menangkap foto udara yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan pembuatan peta yang akurat, sekaligus model 3D di sekitarnya. Mengingat kegunaannya yang cukup krusial, tentu Kita tidak boleh sembarangan dalam memilih drone yang akan digunakan. Mulai dari spesifikasi drone untuk pemetaan, jenis drone, hingga harga drone, semuanya harus diperhatikan dengan baik.

Pada dasarnya, perusahaan dapat membuat keputusan dengan lebih cepat dan tepat, tanpa mengurangi tingkat efisiensi dan efektivitas operasional, hanya dengan menggunakan teknik analisis peta. Dengan fakta tersebut, tidak mengherankan jika kemudian penggunaan drone mengalami peningkatan dalam berbagai industri termasuk pertanian, konstruksi, penambangan, survei, dan industri lainnya.

Lalu spesifikasi drone untuk pemetaan seperti apa yang Kita butuhkan? Dan bagaimana dengan jenis-jenis yang dimilikinya?

Baca Juga : Ketahui Jenis Drone yang Tepat Untuk Pekerjaanmu

Spesifikasi Drone untuk Pemetaan

Berikut ini merupakan beberapa spesifikasi drone untuk pemetaan yang harus Anda perhatikan.

1. Akurasi Posisi

Salah satu spesifikasi utama yang wajib ada untuk drone yang diperuntukkan sebagai alat pemetakan, ialah akurasi posisi Geometrik. Hal yang sama juga diberlakukan bagi proses pemetaan darat yang menggunakan sistem GPS. Akan lebih baik lagi bila drone dilengkapi dengan Ground Control Point (GCP). Pasalnya, GCP bukan hanya digunakan untuk pemetaan lokasi saja, namun juga akan membantu penggunanya untuk dapat meningkatkan Akurasi Elevasi Grund.

2. Kualitas Foto

Spesifikasi drone untuk pemetaan berikutnya ialah kualitas foto yang dihasilkan. Kualitas dari foto udada yang baik, tentu akan memudahkan penggunanya saat hendak melakukan interpretasi pada foto itu. Kini, sudah banyak drone yang memiliki kamera dengan spesifikasi 20 MP, dan bahkan lebih.

Dengan kamera beresolusi 20 MP, hasil foto udara yang diambil drone akan bagus dan mampu menjawab kebutuhan pengguna. Semakin besar resolusi kamera yang ada, semakin baik pula kualitas gambar yang akan dihasilkan.

Baca Juga :

Tips Edit Foto Hasil Dari Kamera Drone

Mengatur Kamera Filter Untuk Foto Drone

Cara Setting Kamera Untuk Drone Fotografi

3. Sensor

Untuk beberapa kasus, pengguna mungkin bermaksud untuk menggunakan drone agar bisa memperoleh data yang berbeda. Sebagai contohnya adalah data kesehatan tanaman. Jika begitu, sensor tambahan atau NIR sangat dibutuhkan dalam proses pemetaan. Melalui sensor ini, Anda dapat mendeteksi kesehatan tanaman dengan mengukur tingkat klorofil pada daun. Biasanya, pemetaan jenis ini akan dilakukan di bidang pertanian dan perkebunan.

4. Kemampuan Terbang

Kemampuan terbang yang lama menjadi spesifikasi drone untuk pemetaan selanjutnya. Sayangnya, beberapa drone belum mampu melakukan hal ini. Sebut saja drone keluaran DJI berseri Mavic dan Phantom. Keduanya hanya mampu terbang di udara dalam kurun kurang dari 20 menit. Tentu, hal ini akan menyulitkan pengguna yang berniat untuk memetakan wilayah dengan cakupan area yang relatid luas.

Dibanding dengan itu, jika memang kawasan yang ingin dilakukan pemetaan cukup luas, sebaiknya Anda menggunakan drone berjenis Fixed Wing yang memiliki spesifikasi lebih mumpuni.

Jenis Drone yang Harus Diketahui

Secara umum, terdapat dua jenis drone yang perlu Anda ketahui sebelum membelinya. Dua diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Drone Multi-Rotor

Sebagai model drone yang paling umum untuk digunakan sebagai alat pembuatan peta dan model, Drone Multi-Rotor memiliki body utama dan beberapa rotor untuk menggerakkan baling-baling yang dimilikinya. Fungsinya adalah untuk melakukan penerbangan, sekaligus menjadi manuver pesawat. Sesaat setelah Drone Multi-Rotor berhasil mengudara, drone akan mengendalikan gerakan dari baling-baling dengan cara memvariasikan kecepatan relatif dari masing-masing rotor agar mampu menghasilkan daya dorong.

Keuntungan

  1. Multi-Rotor memiliki kemampuan manuver yang lebih besar dibandingkan dengan jenis drone yang lain. Pesawat multi-rotor bisa lepas landas dan melakukan pendaratan secara vertikal. Dengan cakupan ruang yang terbatas, drone inu mampu terbang dengan posisi hold, serta bermanuver dan berkeliling pada objek guna melakukan pemeriksaan, pemetaan, juga pemodelan dengan mudah.
  2. Harga dari drone multi-rotor cenderung lebih rendah. Anda bisa membeli drone multi-rotor seri quadcopter professional dengan harga 20 juta saja. Perlu diketahui, bila memilih jenis fixed wing yang memiliki kualitas sama, harga yang diberikan bisa berkali-kali lipat daripada multi-rotor.
  3. Drone multi rotor tidaklah membutuhkan sayap yang lebar. Pasalnya, mereka menggunakan spesifikasi drone untuk pemetaan berupa baling-baling, yang terpasang dibadannya untuk melakukan manuver. Jenis ini juga dinilai lebih praktis dan ringkas, karena bisa dilipat dan dikemas dalam kontainer kecil. Sehingga akan membuatnya lebih mudah untuk diangkut dan dipindahkan.
  4. Multi-rotor termasuk ke dalam jenis drone user-friendly, alias mudah untuk digunakan. Dengan fitur autopilot yang tersedia, drone dapat melakukan manuver dengan cepat, sekaligus membuat gerakan ke arah manapun. Selain itu, pengguna akan lebih mudah dalam mengendalikan drone karena Ia bisa menstabilkan kondisi dengan baling-balingnya, saat proses pendaratan berlangsung.

Kekurangan

  1. Salah satu kekurangan yang dimiliki oleh drone multi-rotor ialah jangkauan jarak terbang yang lebih pendek. Hal tersebut terjadi karena kapasitas baterai dalam drone hanya satu buah. Sebagian besar drone multi-rotor mampu terbang sekitar 30 menitan sebelun akhirnya kembali lagi ke pangkalan guna melakukan penggantian pada baterainya.
  2. Adanya aerodinamika pesawat pada drone multi-rotor membuatnya kurang stabil terhadap terpaan angin. Karenanya, penting bagi Anda untuk berhati-hati ketika menggunakannya di wilayah yang memiliki angin kencang.

Baca Juga : Perbedaan Drone Multirotor VS Drone Fixed Wing

2. Drone Fixed Wings

Pada dasarnya, drone fixed wings memiliki rancangan yang mirip dengan jenis pesawat terbang konvensional yang umum Kita temui. Dengan komponen dua sayap dan body utama yang memiliki satu baling-baling. Sayap yang terpasang pada drone ini akan menghasilkan daya angkat yang akan mengkompensasi berat drone itu sendiri, sehingga memungkinkannya untuk bisa terbang dengan lebih stabil. Sebagai tambahan catatan, fixed wings ini kurang umum untuk digunakan dalam pemetaan drone di luar aplikasi minyak & gas, dan bidang pertanian.

Keuntungan

  1. Meskipun sama-sama memiliki kapasitas satu baterai, dengan spesifikasi drone untuk pemetaan yang lebih kompleks, jenis fixed wings memiliki kemampuan untuk terbang lebih lama dibandingkan dengan drone multi-rotor. Karenanya, fixed wings dianggap sebagai jenis drone yang ideal untuk memetakan area dengan jangkauan yang luas.
  2. Dibandingkan dengan drone multi-rotor, fixed wings memiliki desain airflame sayap pesawat yang bisa memberikan stabilitas lebih baik saat digunakan pada area dengan angin yang kencang.
  3. Fitur fail safe yang dimiliki oleh jenis drone ini menyebabkannya dapat meluncur turun dengan daya aerodinamika sayapnya ketika drone kehilangan daya motor. Tentunya, hal ini akan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi drone agar mampu bertahan ketika jatuh.
  4. Fixed wings cukup bisa diandalkan untuk penerbangan jarak jauh, seperti misalnya adalah inspeksi pipa.

Kekurangan

  1. Dibalik semua spesifikasi drone untuk pemetaan fixed wings yang berkualitas, jenis ini membutuhkan area lepas landas dan zona pendaratan yang lebih besar. Fakta ini tentu membuatnya menjadi kurang cocok untuk digunakan dalam beberapa kasus pemetaan. Dan lagi, fixed wings memerlukan waktu yang lebih banyak untuk pengaturan, melakukan lepas landas, serta proses pendaratan.
  2. Kemampuan penerbangan linear dari fixed wings terbatas pada persyaratan LOS atau line-of-sight di Amerika Serikat, ataupun negara-negara lain yang memberlakukan peraturan LOS.
  3. Seperti yang sudah disunggung sebelumnya, fixed wings memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis multi-rotor. Sehingga membuatnya kurang cocok untuk digunakan oleh perusahaan dengan anggaran yang terbatas.
  4. Drone fixed wings cenderung lebih sulit untuk bisa terbang, baik itu untuk autopilot ataupun manual. Apalagi jika kondisi lapangan lepas landas cukup sulit untuk ditaklukkan. Perlu diketahui, beberapa drone memang bisa terbang begitu saja hanya dengan bermodalkan tolakan tangan, namun beberapa lainnya tetap memerlukan slider agar bisa melakukan take off.

Rekomendasi Drone Untuk Pemetaan

Setelah mengetahui spesifikasi drone untuk pemetaan juga jenis dari pesawat drone, beberapa orang masih saja merasa kebingungan tentang drone mana yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengatas hal tersebut, Kami telah menyiapkan beberapa rekomendasi drone untuk pemetaan yang bisa Anda pertimbangkan. Tertarik untuk mengetahuinya lebih jauh? Simak ulasannya berikut ini!

Baca Juga : Jenis Drone Profesional yang Sering Digunakan

1. DJI Inspire V2

DJI mengeluarkan produk drone terbarunya dengan kemampuan yang lebih baik dari seri sebelumnya, serta dapat bertahan di udara selama 27 menit penuh untuk satu baterainya. Ialah seri Inspire V2. Bila dibandingkan dengan seri Inspire V1, ketahanan terbang di udara dari seri V2 meningkat selama 9 menit lamanya. Dengan kapasitas waktu yang lebih lama, juga cakupan wilayah pemetaan yang lebih luas, drone ini bisa didapatkan dengan harga $2700. Atau bila disetarakan dengan rupiah akan menjadi Rp39.000.000.

Melalui sektor video Inspire V2, yang sudah menggunakan Zemuse X5S dan juga Cinema DNG & Apple ProRes Activation Key, drone ini berani memberikan akses penuh pada penggunanha untuk masuk ke sistem pemrosesan gambar di CineCore 2.0. Selain itu, Anda juga akan bisa menanhkap 5.2k 30fps CinemaDNG dan Apple ProRes video jika menggunakan inspire V2 untuk kebutuhan pemetaan Anda. Ditambah lagi, ada fitur 4k 60fps hang menggunakan H.264 dan 4k 30fps yang menggunakan H.265 yang memungkinkan pengguna untuk mengakses hasil pemetaan pada kecepatan 100Mbps.

2. AirMapper X8

Selanjutnya, ada AirMapper X8 yang menjadi drone terbaik pada kategori drone pemetakan specific purpose. Konon, konfigurasi fixed wings yang dimiliki AirMapper X8 mempunyai bentang sayap sebesar 2120mm atau sekitar 2 meter, dengan berat 2,5 kg tanpa baterai.

Adapun kapasitas yang dimiliki oleh satu baterainya adalah 90 menit dengan kecepatan jelajah sebesar 20 m/s. Dengan spesifikasi ini, proses pemetaan udara dapat berlangsung lebih cepat, tanpa perlu menguranhi kualitas dari hasil foto atau video udara yang direkam. Uniknya lagi, drone ini mampu membawa perlengkapan tambahan dalam bodinya, seperti kamera rgb, kamera multispectral, sensor lidar, atau perlengkapan lainnnya yang memiliki berat tidak lebih dari 500 gram.

3. AirMapper V290

Rekomendasi drone terbaik untuk kebutuhan pemetaan lainnya adalah AirMapper V290 yang merupakan sebuah pesawat multi platform, dimana untuk dapat take off dan landing secara vertikal, pesawat drone inu membutuhkan konfigurasi wing dan multicopter. AirMapper V290 juga mampu melaju secara horizontal, serta mampu terbang di lokasi yang sempit sekalipun. Untuk kapasitas baterainya sendiri, V290 bisa bertahan selama 1 jam dengan maksimal beban tambahan sebesar 500 gram. Tak ayal jika kemudian seri drone AirMapper ini sangatlah cocok untuk digunakan sebagai alat pemetaan wilayah yang ditujukan sebagai perencanaan tata letak kota, pertambangan, atau hal lain yang sejenis.

Setelah mengetahui semua detail jenis dan spesifikasi drone untuk pemetaan di atas, Kini Anda dapat memilih dan menggunakan satu drone yang sesuai dengan kebutuhan serta tujuan dari pemetaan itu sendiri.