Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Kualitas pendidikan sering dijadikan cerminan generasi muda pada suatu bangsa. Semakin terpelajar penduduknya maka suatu negara semakin maju dan modern. Tentu hal tersebut didukung dengan sarana, sumber daya manusia dan tentu peran serta pemerintah.

Indonesia sebagai negara kepulauan selalu bermasalah dengan pendidikan yang merata karena bentuk negaranya yang terdiri dari pulau-pulau baik besar dan kecil.

Hal ini menjadi pemicu munculnya berbagai komunitas atau relawan baik dalam skala nasional atau khusus pada daerah tertentu. Memperdayakan masyarakat melalui berbagai gerakan dan inovasi menarik minat berbagai kalangan muda yang intelektual, inspiratif dan ingin membuat perbedaan.

Mari kita jelajah inspirasi pendidikan negeri yang memiliki motivasi untuk mengambil peran serta melalui bidang pendidikan, sebagai gerakan terpisah atau terintegrasi dari pemerintah.

Berikut adalah beberapa gerakan inspiratif yang terjun langsung mewujudkan aktualisasi pendidikan secara nyata.

1. Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP)

Kenyataan Indonesia terdiri dari pulau-pulau menjadi sorotan perkumpulan relawan yang tergabung dengan Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP).

Para profesional yang peduli terhadap pendidikan di Kepulauan Indonesia, melibatkan masyarakat dan pemerintah untuk memperhatikan pendidikan yang lebih merata khususnya di daerah-daerah terpencil.

Para profesi yang berbeda mengunjungi pulau-pulau di Indonesia khususnya sekolah negeri yang tersebar diberbagai penjuru negeri. Lalu menghadiri ruang kelas dan memperkaya pengetahuan anak bangsa tentang berbagai profesi yang ada dan bisa mereka dalami.

Selain itu KIJP juga mengupas tuntas bagaimana mewujudkan sebuah cita-cita, ruang lingkup sebuah pekerjaan serta manfaat profesi tersebut.

2. Indonesia Mengajar

Sudah menjadi pengetahuan umum kalau guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Walau pahlawan tidak selalu ada saat pertempuran atau peperangan. Guru melakukan usaha juang memerangi kebodohan dan ketidak tahuan.

Hal ini yang menjadi ambisi hadirnyagerakan yang bernama Indonesia Mengajar.

Solusi untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia dengan mendatangkan tenaga pengajar untuk mendidik dan mengaplikasian pengetahuan dan kemampuannya keseluruh negeri.

Daerah terpencil khususnya menerima prioritas tertinggi karena umumnya lokasi yang jauh dan seringkali terbelakang tidak diminati oleh kebanyakan guru, kecuali memang mereka anak daerah yang berasal dari tempat tersebut.

Kehadiran putra-putri terbaik Indonesia mendorong kualitas pendidikan dengan fokus sekolah yang membutuhkan bantuan karena alasan lokasi yang jauh dari mana-mana.

Para pengajar tersebut juga mengikuti berbagai persiapan dan pelatihan untuk mempersiapkan diri mereka dalam mengajar pada kondisi daerah yang memiliki berbagai keterbatasan.

Karena Indonesia sebenarnya terdiri lebih banyak pulau terpencil, tentu keberadaan Indonesia Mengajar sangat membantu pendidikan di negara yang sangat kekurangan tenanga pengajar di daerah pedalaman.

Melalui Indonesia Mengajar, para generasi muda memiliki kesempatan mengaplikasikan ilmunya sesuai dengan kebutuhan didaerah tersebut.

3. Rumah Literasi Indonesia

Komunitas yang serius dengan visi dan misinya bahkan sampai memiliki akta notaris dan berbadan hukum. Hal ini bisa dilihat dari YAYASAN RUMAH LITERASI NUSANTARA yang terdaftar sebagai yayasan untuk bidang  pendidikan, sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Ini adalah salah satu contoh jelajah inspirasi pendidikan negeri yang berbentuk resmi dimta hukum agar lebih mudah untuk menerima donasi serta mendistribusikannya.

Yayasan yang berada di Banyumas ini memiliki akta, situs dan laporan kegiatan dan keuangan yang terperinci. Selain berbadan hukum, yayasan ini memiliki kantor yang bisa didatangi untuk mendapatkan informasi bagi para donatur atau relawannya.

Dengan memfokuskan kegiatan mencangkup 3 bidang di atas, perhatian yayasan menitik beratkan pada minat baca atau literasi pada generasi muda.

Sesuatu yang masih dirasakan kurang saat Indonesia sudah memasuki era millenial dan digital. Yayasan ini secara aktif mengkampanyekan kesadaran memperbanyak kegiatan membaca dan menulis.

4. Gerakan 1000 Guru

Anda bisa jadi seorang pengajar muda, mahasiswa jurusan pendidikan atau siapa saja dengan kepekaan untuk meningkatkan pendidikan bangsa.

Komunitas non-formal ini mengkhususkan pendidikan dengan secara riil melalui praktik langsung.

Komunitas yang dibentuk oleh Jemi Ngadiono pada tahun 2012 silam ini sukses menarik minat para pemuda Indonesia untuk berpartisipasi aktif.

1000 Guru menyoroti pemuda-pemudi dengan mengkombinasikan pendidikan dan travelling. Anak-anak di ajak untuk mempelajari suatu wilayah dan memaksimalkan potensinya.

Khususnya pada wilayah terpencil yang masih banyak terdapat di Indonesia.

Selain memajukan pendidikan di daerah-daerah yang jauh dari peradaban, menjadi guru dengan bergabung dengan 1000 guru akan memberikan pengalaman berharga bagi gurunya juga.

Program Travellingand Teaching yang dilakukan oleh komunitas ini adalah kegiatan yang menyoroti keindahan alam serta budaya yang tumbuh pesat khususnya di wilayah yang jauh dari kesibukan pusat kota.

Inspirasi Pendidikan Negeri Indonesia
Photo by Yannis H on Unsplash

5. Sobat Eksplorasi Anak Dalam

Ada beberapa wilayah terpencil yang benar-benar jauh dari sentuhan teknologi atau moderisasi. Seperti wilayah pedalaman Jambi yang masih ditempati oleh suku primitif yang hidup dan mengandalkan hidupnya di hutan tempat tinggal mereka.

Suku Anak Dalam yang menempati hutan-hutan dipedalaman Jambi tidak bisa menghindari interaksi dengan moderisasi karena semakin sempitnya hutan. Akhirnya, suku ini harus membiasakan diri berinteraksi dengan daerah luar.

Keberadaan Komunitas Sobat Eksplorasi Anak Dalam yang diprakarsai oleh bu Reny menjadi yang terdepan membawa suku ini ke era modern.

Organisasi yang mengandeng berbagai pihak seperti pemerintah dan CSR Pertamina setempat memiliki rencana untuk melakukan berbagai interaksi modern dalam jangka panjang.

Selain terjun langsung untuk meningkatkan pendidikan, komunitas ini juga mengajarkan suku Anak Dalam untuk mengikuti perekonomian nasional dan menerapkannya sesuai identitas mereka yang belum bisa meninggalkan hutan sebagai tempat tinggalnya.

Hal lain yang menjadi sorotan positif dari komunitas ini adalah regenerasi yang konsisten sehingga perjuangannya terus-menerus dapat dilakukan walaupun relawannya terus berganti.

Bahkan beberapa melanjutkan pendidikan untuk meningkatkan kehidupan suku Anak Dalam secara terintegrasi. Komunitas Sobat Eksplorasi Anak Dalam (SEAD)mendahulukan pendidikan, serta berbagai fasilitas kehidupan yang layak untuk keberkelanjutan suku ini.

6. Jelajah Pendidikan Tanah Air

Pendidikan di daerah tertinggal selalu menjadi perhatian berbagai penggiat pendidikan. Hal ini dikarenakan rendahnya  minat belajar masyarakat, minimnya fasilitas serta kurangnya tenaga pengajar.

Tiga hal tersebutlah yang menyebabkan rendahnya minat belajar di sana.

Kegiatan jelajah pendidikan tanah air adalah bagian program kerja komunitas Mata Air Jepara.

Ketua Panitia Jelajah Pendidikan Tanah Air, Muhammad Azwar Anas, mengatakan bahwa anggota komunitasnya terdiri dari peminat pendidikan dari berbagai latar belakang dan profesi.

Bersama mereka membuat kegiatan rutin untuk mengunjungi berbagai sekolah dasar yang berada di wilayah Karimun Jawa sebagai wilayah paling luar dari Jepara.

Pendidikan yang diberikan disesuaikan dengan lokasi dan mata pencaharian masyarakat yang rata-rata adalah nelayan dengan akses pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lebih minim dibandingkan wilayah Jepara lainnya.

Harapannya, sekolah dapat mendapatkan bantuan dalam memiliki fasilitas yang lebih memadai, siswa bercita-cita yang tinggi dan menjadi wadah bagi relawan untuk menambah pengalaman mengajar sebagai kontribusi aktif terhadap pendidikan masa depan bangsa.

Acara Jelajah Pendidikan Tanah Air termasuk menuliskan cita-cita, pengenalan potensi diri, acara dongeng, permainan serta donasi alat tulis dan buku bacaan untuk perpustakaan sekolah.

Photo by Husniati Salma on Unsplash

7. Gerakan Banten Mengajar (GBM)

Bila Anda telusuri pendidikan negeri di tiap-tiap daerah tertinggal atau terpencil, ternyata bukan hanya daerah yang jauh dari pusat kota.

Bahkan propinsi Banten yang dekat dengan ibu kota Jakarta memiliki beberapa desa tertinggal dengan kualitas pendidikan yang rendah.

Hal ini yang memprakarsai dibentuknya GBM atau Gerakan Banten Mengajar sebagai usaha memperbaiki kualitas pedidikan, fasilitas serta kerja sosial dalam hal mengajar khususnya di wilayah Banten.

Gerakan komunitas ini mengajak berbagai individu dengan berbagai latar belakang profesi untuk ambil bagian mengenai masalah pendidikan di Banten.

GBM memiliki perhatian untuk membangun kemampuan para pemuda khususnya pengajar muda melalui program pengajaran di daerah Banten.

Programnya didukung dengan pelatihan danpenempatan paling sedikitnya selama dua minggu di lokasi pengabdian yang sudah ditetapkan. Selain bisa dijadikan pengalaman, program ini dapat meningkatkan kompetensi guru khususnya dalam bidang pelatihan.

8. Komunitas Ruang Berbagi Ilmu (RuBI)

Komunitas yang diketuai oleh Bapak Hikmat Handono ini memiliki segudang program pendidikan yang dilakukan oleh para anggota yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat.

Para relawan adalah profesional muda dari instansi terkenal, universitas di pusat kota yang iklas ditempatkan diberbagai tempat jauh atau terpencil atas nama pendidikan.

Salah satu program rutin yang dilakukan untuk mewujudkan pendidikan yang layak bagi wilayah tertinggal adalah program Jelajah Rubi yang dikoordinir oleh Meylin Chisilia selaku koordinator.

Dengan menggerakan relawan dengan berbagai keahlian diharapkan dapat menarik relawan lokal untuk berpartisipasi dan membangun daerahnya.

Hal ini tentu merupakan penularan kepedulian atas bidang pendidikan yang sangat penting untuk membangun sebuah wilayah secara maksimal.

Ada ribuan relawan yang peduli dengan pendidikan di daerah dan sebagai regenerasi diperlukan kader-kader lokal sebagai penggerak daerah yang tertular semangat positif dari para relawan yang datang.

Sehingga programnya bisa terus dijalankan dengan kaderisasi yang terprogram. Komunitas RuBi dapat berpindah ke wilayah lain tanpa meninggalkan wilayah sebelumnya mendapatkan relawan yang dapat melanjutkan program pendidikan yang suda diprogramkan.

Semangat positif tersebutlah yang menjadi ciri khas komunitas ini dalam membagikan virus positifnya.

Keberadaan komunitas seperti ini yang menjadi kesempatan para relawan untuk menyumbangkan waktu dan tenaganya di daerah-daerah tersebut.

Dalam waktu yang sama kegiatan inovatif yang dilakukan dapat ditularkan kepada para pemuda daerah untuk melanjutkan program kerelawanan sehingga dampaknya lebih signifikan dan berkelanjutan.

9. Relawan Penggerak

Berperan serta dalam membantu pemerintah dalam dunia pendidikan tentu adalah impian para relawan sejati.

Ada individu-individu kompeten yang hanya membutuhkan wadah yang terpecaya untuk dapat menyalurkan kepeduliannya  untuk dunia pendidikan.

Oleh karena itu ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim memiliki rencana untuk mengadakan Sekolah Penggerak dan membuat komunitas Relawan Penggerak,maka sambutan masyarakat luas sangatlah positif.

Komunitas Penggerak mendukung program Organisasi Penggerak yang diprogramkan oleh pemerintah sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk dapat berperan serta.

Dengan demikian masyarakat tidak perlu membuat yayasan atau komunitas sendiri, cukup bergabung dengan organisasi penggerak maka akan dapat memetakan rencana pendidikan bangsa yang sejalan dengan rencana pemerintah, khususnya bagian Pendidikan dan Kebudayaan.

10. Kemenkeu Mengajar

Satu lagi usaha pemerintah yang bisa Anda ketahui dalam melakukan jelajah inspirasi pendidikan negeri.

Pemerintah sesuai dengan bagiannya masing-masing dapat merencanakan program pendidikan yang diterapkan di masyarakat sesuai dengan bidang yang digelutinya.

Seperti gerakan pendidikan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan Indonesia.

Diprakarsai sebagai kesadaran untuk memperkenalkan berbagai profesi berkaitan dengan bidang ekonomi.

Kegiatannya diliputi dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan upaya menjaga dan meningkatkan perekonomiannegeri.

Komunitas ini juga menggandeng para relawan yang kompeten dalam bidang keuangan untuk dapat mengsosialisasikan profesi dan pengetahuannya dengan mendatangi berbagai Sekolah Dasar yang ada di Indonesia.

Kegiatan yang bersifat sukarela ini melibatkan pegawai Kementrian Keuangan tanpa menggunakan dana dari APBN (Non-APBN).

Serta baik pihak sekolah, pengajar, siswa maupun relawannya tidak mendapatkan bayaran sehingga semua dilaksanakan secara murni tanpa dana pemerintah walau didukung dalam hal materi dan nara sumbernya.

11. Anak Indonesia Bergerak (ADIRA)

Komunitas dalam bidang Pendidikan dan Pengembangan Anak Muda ini menfokuskan pada remaja sekitar usia 15 sampai 20 tahun.

Para kontributor dan relawannya pun berada dalam kisaran usia yang kurang lebih sama.

Hal ini memberikan koneksi dan pemahaman yang sejalan antara pihak yang mengajar dan diajari. Karena adanya kesamaan usia serta minat sesuai usianya.

Kegiatannya melakukan berbagai program pendidikan non-formal di beberapa tempat.

Mendorong anak bangsa mengembangkan potensi kerelawanan sebagai partisipasi membangun bangsa melalui pendidikan.

Selain niat awal untuk menumbuhkan minta belajar bagi anak bangsa yang memiliki keterbatasan keuangan, terbentur masalah lainnya yang menyebabkan putus sekolah.

Kegiatan komunitas ini adalah mendukung anak bangsa untuk memiliki pendidikan yang di akui negara untuk mendapat penghidupan yang lebih baik.

Semakin tinggi latar belakang seseorang maka akan semakin banyak kesempatan dan peluang untuk megembangkan diri yang terbuka untuknya.

Baik relawan maupun anak bangsa yang dibantu dapat sama-sama mengembangkan potensi diri dan berkembang bersama-sama.

12. Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB)

Organisasi non-profit ini menyoroti kesempatan mendapatkan pendidikan layak khususnya apabila terkendala mengikuti pendidikan formal.

Sebagai yayasan berbadan hukun, YPAB atau Yayasan Pemimpin Anak Bangsa menyediakan pendidikan non-formal bagi yang memiliki keterbatasan baik secara finansial maupun waktu.

YPAB menyediakan pendidikan yang setara dengan pendidikan formal dalam bentuk PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat).

Sebagai wadah untuk para anak usia sekolah yang sempat putus sekolah, tidak bersekolah atau sempat tinggal sekolah di berbagai tingkatan pendidikan formal.

Mereka mendapatkan pendidikan bahkan ijasah yang disamakan sehingga dapat mengejar ketinggalan dengan para temannya yang mengikuti pendidikan normal.

Program PKBM Pemimpin Anak Bangsa diperuntukkan bagi masyarakat yang berkendala dalam sistem pendidikan formal.

Tanpa memandang latarbelakang usia, agama, suku,  profesi, ras, suku, jenis kelamin, dan sebagainya. Siapa saja dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas dan diakui negara.

PKBM memungkinkan para pesertanya untuk memperoleh sertifikasi program Paket A, B dan C sejak 10 September 2012.

Diperlukan peran serta semua orang untuk membuat perubahan.

Bagi tiap individu yang memiliki keperdulian dan kemampuan untuk membuat perubahan, ada berbagai komunitas, kelompok dan organisasi non-profit yang melakukan perubahan untuk kualitas pendidikan di Indonesia.

Anda dapat jelajahi inspirasi pendidikan negeri melalui berbagai perkumpulan relawan tersebut, baik di daerah tertentu, didukung pemerintah atau dalam skala nasional.

Setiap gerakan di atas memperkaya masyarakat khususnya bagi pendidikan bagi para generasi muda harapan bangsa.