Melihat Indonesia dari Udara

Kini, Drone sering digunakan untuk kepentingan pribadi. Bukan hanya untuk aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan saja, tapi banyak juga orang yang menggunakan Drone untuk kebutuhan travelling. Bagi para pengguna Drone khususnya para pemula, biasanya belum mengetahui banyak tentang istilah dalam Drone itu sendiri.

Maka, bagi Anda yang baru mulai mempelari Drone sebaiknya mulai pahami apa saja istilah dalam dunia Drone tersebut. Jika Anda mengetahui apa saja istilah yang ada pada Drone, maka proses menerbangkan Drone itu sendiri akan lebih mudah dilakukan.

Awalnya Drone hanya menjadi salah satu alat rahasia militer saja. Fungsinya juga hanya untuk mengintai lawan. Namun lama kelamaan Drone pun menjadi alat atau benda yang digunakan untuk segala macam kegiatan atau hiburan.

Baca Juga : Mengenal Jenis Pekerjaan dari Drone

Istilah Umum yang Ada Pada Drone

Berikut ini beberapa istilah penting secara umum yang terdapat pada Drone :

  1. DRONE/UAV : UAV adalah singkatan dari Unmanned Aerial Vehicle, yang merupakan pesawat yang diterbangkan tetapi tidak menggunakan awak.
  2. Multirotor : Merupakan dinamo atau yang disebut dengan rotor yang fungsinya adalah sebagai penggerak motor, dengan jumlah yang lebih dari 1 dan biasanya dipakai untuk menggerakkan Drone tersebut.
  3. GPS : Merupakan sistem navigasi dengan basis satelit, yang telah dikembangkan lebih lanjut oleh Departemen Pertahanan Amerika. Jumlah GPS ini ada ribuan dengan masing-masing fungsinya yang tergantung pada jenis satelit tersebut. Intinya, GPS digunakan untuk menunjukkan di mana letak atau posisi Drone ketika sedang digunakan.
  4. GLONAS : Merupakan singkatan dari Global Navigation Satellite System, Glonas ini adalah sistem navigasi satelit yang dipakai oleh Negara Rusia. GPS dengan Glonas ini sama saja, sama-sama menjadi alat pendeteksi satelit berada.
  5. Satelit : Jumlah dari satelit akan terlihat dari device pengontrol. Jumlah itu akan menunjukkan ada berapa satelit yang melakukan kuncian pada Drone, dan masih berkaitan dengan sistem GPS.
  6. IMU : Merupakan singkatan dari Inertial measurement unit. Imu ini adalah alat untuk mengukur dan menginformasikan kekuatan pada medan magnet. Fungsinya adalah untuk mengatur posisi dari Drone, supaya lebih seimbang/stabil. Imu juga menjadi salah satu komponen penting dalam Drone.
  7. Kalibrasi Kompas : Merupakan salah satu prosedur pada Drone yang kegunaannya adalah untuk membuat Drone lebih aman. Cara dalam prosedur tersebut berbeda-beda. Tujuannya adalah untuk memperoleh posisi dengan benar sehingga posisinya bisa sama dengan gerakan dari RC. Tujuan lainnya yaitu untuk menjalankan perintah dengan tepat misalnya perintah RTH.
  8. RTH : Merupakan singkatan dari Return To Home, RTH adalah salah satu fitur yang terdapat pada Drone yang nantinya akan memungkinkan Drone untuk kembali ke HOME yang sejak awal sudah disetting.
  9. Pilot Drone : Merupakan orang yang menggerakkan/mengendalikan/menerbangkan Drone dari jarak jauh.
    Safety Prosedur : Merupakan Prosedur yang sifatnya harus aman, yang dilakukan ketika pilot Drone menerbangkan Drone tersebut.
  10. FPV : Merupakan singkatan dari First Point View. FPV adalah sudut pandang dari kamera Drone yang dapat diubah sesuai keinginan atau kebutuhan.
  11. RTF : Merupakan singkatan dari Ready To Fly. RTF adalah posisi Drone yang telah siap untuk terbang.
  12. ESC : Merupakan singkatan dari Electronic Speed Controller. ESC adalah salah satu alat yang dipakai dalam Drone, fungsinya untuk mengatur kecepatan Drone saat terbang.
  13. FC : Merupakan singkatan dari Flight Controller. FC adalah alat untuk mengontrol Drone dan dapat digerakkan sesuai dengan perintah yang ada.
  14. VPS : Merupakan singkatan dari Vision positioning system. VPS ini adalah sistem sensor yang fungsinya adalah untuk mengukur ketinggian atau posisi dari Drone.
  15. FPV : Merupakan singkatan dari First Person View. FPV adalah pandangan utama dari seorang pilot Drone. Fitur ini akan menunjukkan sudut pandang orang pertama sebagai pilot Drone. Biasanya fitur ini digunakan dengan memakai kacamata khusus supaya bisa melihat secara langsung.

Baca Juga : Peraturan dan Regulasi Drone Indonesia

Bagian yang Terdapat di dalam Drone

Masih ada banyak lagi istilah dalam Drone yang juga harus Anda ketahui, seperti istilah-istilah berikut ini :

  1. Propeller : Merupakan baling-baling yang digunakan untuk memberi daya angkat pada Drone tersebut. Dan juga berfungsi sebagai pengendali arah serta penyeimbang pada Drone. Jumlahnya sangat bervariasi misalnya 2,3,4,8 dan masih banyak lagi.
  2. RC : Merupakan Remote Control yang digunakan untuk menggerakkan Drone dari jarak jauh. Biasanya RC akan dipasang pada smartphone, komputer, tablet dan gadget lainnya. Kegunaannya adalah untuk visualisasi Drone serta untuk memantau pergerakan yang dilakukan dari jarak jauh.
  3. Gimbal : Merupakan sistem penyeimbang yang terdapat pada kamera, dan menjadi penghubung antara Drone dengan kamera dan memiliki bentuk yang berbeda-beda. Namun kegunaannya sama saja, yaitu untuk membuat proses pengambilan foto/video menjadi lebih stabil sehingga guncangan pada Drone atau hembusan angin tidak akan membuat hasil foto/video menjadi blur.
  4. Kamera : Merupakan media untuk membidik dan menampilkan foto yang digunakan untuk melihat, memotret atau bahkan melakukan perekaman dengan video.
  5. Landing Skid : Merupakan kaki pada Drone yang digunakan untuk melakukan pendaratan. Bentuknya beragam dan bisa dinaikkan atau bahkan diturunkan sesuai kebutuhan pengguna.
  6. Shock Absorber : Merupakan peredam getaran yang digunakan pada Drone dan kegunaannya adalah untuk membantu memberi Drone keseimbangan. Supaya bagian kameranya tetap stabil dan juga lurus. Namun tidak semua tipe Drone memiliki Shock Absorber ini, tetapi pada setiap gimbal sudah terdapat Shock Absorber.
  7. Rotor : Merupakan dinamo penggerak pada propeller, dan jumlahnya tergantung pada jenis Drone tersebut. Besaran rotornya pun tergantung dari ukuran besar atau kecilnya Drone itu sendiri.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap Bagian-Bagian Drone dan Fungsinya

Mengenal Istilah dalam RC FPV Drone

Berikut ini ada beberapa istilah secara teknis, singkatan dan juga akronim yang biasa terdapat pada Drone dan sering dipakai oleh orang-orang yang menyukai FPV pada Drone. Atau mereka yang hobby dengan Quardcaptor, Mini Drone, RC, Pesawat RC, Drone Racing dan yang lainnya. Istilah tersebut biasanya dipakai dalam Drone yang akan membantu para pemula, yang masih bingung dalam mengoperasikan Drone.

  1. Acelerometer : Merupakan chip yang digunakan untuk membaca akselerasi pada setiap arah tertentu.
  2. Acrobatic : Merupakan mode penerbangan dengan mode freestyle dan biasanya disebut dengan rate mode.
  3. Altitude Hold : Merupakan mode penerbangan yang kegunaannya untuk membuat Drone tetap diam pada ketinggian tertentu.
  4. Ailerons : Merupakan roll dengan label A yang terdapat pada channel mapper AETR.
  5. Air Mode : Merupakan mode penerbangan yang dipakai untuk membuat PID tetap bekerja walaupun throttle ada di posisi 0.
  6. Altitude : Merupakan ketinggian yang terdapat pada aircraft yang berasal dari ground atau dari permukaan tanah.
  7. Ardu Pilot Mega : Merupakan salah satu tipe flight controller yang menggunakan arduino mega yang menjadi processor.
  8. Almost Ready to Fly : Merupakan paket yang ada pada Drone yang memerlukan sedikit saja perakitan untuk mulai terbang.
  9. All up Weight : Merupakan jumlah berat yang ada pada Drone dan sudah termasuk baterai serta seluruh aksesoris yang digunakan.
  10. Auxilary : Merupakan channel tambahan yang ada di luar AETR dan bisa dipakai untuk switch mode.
  11. American Wire Gauge : Merupakan ukuran diameter pada kabel yang jumlahnya semakin besar dengan angka AWG yang semakin kecil pada diameter kabel.
  12. Barometric Altimeter : Merupakan media untuk membaca ketinggian yang dilihat dari tekanan barometric.
  13. Battery Eliminator Circuit : Merupakan penyedia arus konstan tertentu yang berada pada pdb output 5v atau 12v.
  14. Betaflight : Merupakan jenis firmware yang digunakan dalam Drone Racing.
    Bind : Merupakan proses yang dipakai untuk menghubungkan transmitter serta receiver supaya bisa terkunci.
  15. Bootloader : Merupakan kode yang tersimpan pada non volatile memory yang kegunaannya adalah untuk mengenal interface yang berasal dari PC atau dari programmer.
  16. Brushed Motor : Merupakan motor yang biasanya dipakai untuk Drone dan RC mini 1S yang lebih lemah dari brushless motor.
  17. Brushless Motor : Merupakan motor yang mampu menerima input yang besar serta menghasilkan daya yang juga besar.
  18. Butterflight : Merupakan jenis firmware yang paling baru di dalam Drone Racing.
  19. Copter Controll 3D : Merupakan salah satu jenis flight controller multicopter.
  20. Carbon Fiber atau Cleanflight : Merupakan bahan untuk membuat frame Drone atau untuk membuat konfigurator cleanflight.
  21. Channel : Merupakan penamaan yang diberikan pada frekuensi tertentu.
  22. Center of Gravity : Merupakan lokasi rata-rata yang ada pada berat Drone, yang penting sekali untuk memastikan COG Copternya apakah sudah berada di tengah atau belum.
  23. Crius : Merupakan salah satu tipe yang berasal dari flight controller.
  24. Clockwise/ Counter Clockwise : Merupakan arah putaran propeller yang arahnya sama dengan arah jarum jam, begitupun sebaliknya.
  25. Direct Drive : Merupakan salah satu jenis prop yang dirancang secara langsung pada poros motor.
  26. Diversity Receiver : Merupakan sistem penerima video yang memakai 2 jenis receiver untuk menghasilkan gambar paling baik.
  27. Degree of Freedom : Merupakan jumlah sensor yang terpasang pada FC dan membuat FC tersebut mampu membaca banyak hal untuk proses penerbangan yang paling baik.
  28. DSM, DSM2,DSMX : Merupakan speaker kecil yang menghasilkan suara yang lantang dan sangat kencang untuk alarm pada Drone.
  29. EEPROM : Merupakan salah satu jenis memori non volatil yang dipakai pada komputer atau alat elektronik lainnya, untuk menyimpan sejumlah data yang harus disimpan pada saat daya dihapus.
  30. Electromagnetic Interface : Merupakan gangguan pada Drone yang bisa memengaruhi sirkuit listrik, karena induksi elektromagnetik atau radiasi elektromagnetik yang dipancarkan melalui sumber eksternal.
  31. Failsafe : Merupakan mekanisme yang berguna untuk memaksimalkan kerusakan yang terjadi pada multirotor, atau pada benda di sekitarnya yang jika terjadi kegagalan pada sistem tersebut.

Masih ada banyak lagi istilah dalam Drone yang harus Anda ketahui, tetapi istilah yang baru saja diulas merupakan istilah pada Drone yang paling umum digunakan.