Melihat Indonesia dari Udara

Setelah terjadi cuaca buruk di suatu daerah tertentu biasanya akan terjadi banyak kerusakan di sana sini. Sehingga perusahaan asuransi biasanya akan menerima banyak klaim asuransi atas kerusakan yang diakibatkan oleh cuaca buruk tersebut, misalnya kerusakan di bagian atap rumah bagi para pemilik rumah yang menjadi pemegang asuransi. Untuk itulah perusahaan akan membutuhkan drone untuk video untuk membantu observasi perusahaan asuransi tersebut.

Drone untuk Video pada Perusahaan Asuransi

Drone dibutuhkan untuk menilai beberapa kerusakan yang terjadi tentu perusahaan harus mengirim inspektur atau penilai untuk memeriksa kerusakan secara fisik. Dengan cara mendatangi lokasi langsung, naik ke atap, kemudian mengambil gambar untuk membuat klaim dari nasabah. Namun, proses tersebut tentu akan memakan banyak waktu.

Di sinilah pentingnya seorang inspeksi asuransi menggunakan Drone untuk videografi, yang dimana hasilnya bisa langsung diklaim ke perusahaan tanpa waktu lama. Seorang Pilot Drone bisa menerbangkan pola yang telah ditetapkan sebelumnya dari atas atap, yang rusak dalam waktu 20-30 menit saja. Kemudian memperoleh seluruh gambar dan video untuk kebutuhan klaim perusahaan tersebut.

Jenis pekerjaan Drone untuk video asuransi ini merupakan jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan. Keterampilan utama yang dibutuhkan oleh seorang Pilot Drone untuk videografi ini adalah untuk memprogram Drone supaya terbang, kemudian mengumpulkan hasil gambar dan videonya.

Drone dan Perangkat Lunak yang Direkomendasikan untuk Pekerjaan Asuransi

1. Drone

Karena misi pekerjaan yang satu ini sifatnya lurus ke depan dan gambar yang dibutuhkan tidak harus gambar dengan kualitas tinggi, sehingga pilihan Drone yang tepat untuk pekerjaan ini adalah tipe Drone yang padat seperti seri Phantom atau Mavic DJI yang biasanya akan bekerja dan beroperasi dengan baik pada pekerjaan asuransi ini.

2. Perangkat Lunak

Apabila Anda bekerja sebagai Pilot Drone yang bertugas mengambil video seperti pada Drone Base, maka Anda tak harus melakukan pekerjaan pasca produksi. Sehingga tidak menggunakan perangkat lunak juga tidak akan masalah. Namun jika Anda bekerja sendiri dan tak hanya melakukan penerbangan Drone saja tetapi juga pekerjaan pasca produksi, maka Anda membutuhkan perangkat lunak seperti Adobe Photoshop yang akan memproses hasil gambar milik Anda. Anda juga bisa menggunakan platform seperti DroneDeploy atau Pix4D yang akan memproses data udara ke dalam sebuah peta, atau tergantung pada permintaan klien.

Berapa Banyak Uang yang Saya Dapat Sebagai Pilot Drone di Industri Asuransi?

Untuk menarik para Pilot Drone baru yang mau bekerja untuk pekerjaan yang berkaitan dengan asuransi ini, maka DroneBase akan membayar Anda sebesar 70$ per setiap misi penerbangan asuransi. Namun jika ada beberapa rumah di satu lingkungan sekaligus yang memerlukan misi penerbangan asuransi ini, maka Anda bisa dibayar 140$.

Perlu Anda ketahui juga bahwa jenis pekerjaan ini tidak selalu ada atau musiman, karena mengikuti pola badai atau cuaca buruk yang terjadi. Sehingga pekerjaan ini tidak selalu ada, dan Anda bisa membuat pekerjaan Pilot Drone untuk perusahaan asuransi ini sebagai sampingan saja.

Jenis Misi Pilot Drone Biasanya Terbang dalam Pekerjaan Asuransi

Beberapa jenis misi Pilot Drone yang dilakukan dalam pekerjaan asuransi ini diantaranya yaitu :

  1. Inspeksi kerusakan yang terjadi di atap.
  2. Inspeksi klaim pasca bencana, misalnya bencana badai, angin, hujan es dan sebagainya.
  3. Landasan udara pada cerobong asap, dan jenis inspeksi fitur bangunan lainnya yang akan memverifikasi klaim asuransi.
  4. Inspeksi tanah dan fitur pada tanah yang terkait dengan kerusakan kolam, bangunan tambahan seperti gudang, ruang tamu, rumah kaca dan sebagainya.

Itulah informasi seputar fungsi drone untuk video pada pekerjaan asuransi. Dari informasi ini maka dapat kita ketahui bahwa fungsi dan kegunaan drone sangat beragam dan bisa membantu pekerjaan manusia menjadi lebih efisien dan efektif lagi.