Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Memperhatikan setiap detail dari proses perawatan drone FPV merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Beberapa orang dengan nekatnya mengabaikan hal ini dan malah mengantarkan drone yang dioperasikannya pada gerbang ‘kematian’, alias rusak. Dibanding dengan itu, Anda bisa memilih untuk menerapkan pemeliharaan guna memperpanjang umur dari drone itu sendiri. Lalu bagaimanakah cara merawat drone FPV?

Baca Juga : 12 Komponen Drone FPV dan Penjelasan

Seberapa Sering Prosedur Pemeliharaan Harus Dilakukan?

Jawaban dari ‘seberapa sering prosedur pemeliharaan harus dilakukan?’ sangatlah bervariasi, bergantung pada kasus dan frekuensi pemakaiannya. Namun secara umum, perawatan drone FPV harus dilakukan secara rutin dalam range 1 bulan sekali. Sedangkan untuk jenis drone racing, disarankan untuk diperiksa dan dilakukan perawatan setiap kali selesai melakukan balapan. Berbeda halnya dengan pilot freestyle, pemeriksaan pada drone dapat dilakukan setiap beberapa sesi freestyle berlangsung.

Cara Merawat Drone FPV Sesuai dengan Jenis Komponennya

Di bawah ini merupakan beberapa cara merawat drone FPV termudah dan paling sederhana berdasarkan jenis komponennya yang bisa Anda lakukan di rumah.

1. FPV Drone Motor

a. Pemeriksaan

Tahap pertama dalam prosedur perawatan drone FPV adalah pemeriksaan. Beberapa hal yang harus diperiksa dari komponen motor drone adalah:

  • Inspeksi Outer Visual

Amati permukaan luar dari motor yang terpasang di drone. Apakah terdapat goresan atau kerusakan berbekas yang signifikan atau tidak. Pastikan agar cincin magnet tetap terpasang pada posisi semulanya, yakni bagian bel motor. Apabila kondisi motor dirasa cukup buruk, Anda dapat menggantinya dengan komponen yang baru.

  • Pemeriksaan Free Spinning

Periksa gesekan rotasi dengan cara memutar setiap motor menggunakan tangan. Setelah itu, bandingkan gesekannya dengan motor baru/cadangan yang Anda miliki. Perlu diketahui, motor yang sudah tidak sesuai akan memerlukan bantalan oli, pembersihan, ataupun penggantian.

  • Pemeriksaan getaran motor

Senjatai drone dan mulai prosedur untuk memutar motornya tanpa memasang baling-baling. Kemudian letakkan kuku dan jari Anda pada setiap motor untuk merasakan getaran yang dihasilkannya. Apabila getaran tersebut berlebihan, terdapat kemungkinan poros motor mengalami bengkok dan perlu diganti.

  • Pemeriksaan kelurusan poros

Untuk dapat memeriksa kelurusan poros secara visual, Anda perlu membongkar komponen motor yang ada. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, apabila poros motor bengkok, maka Anda perlu menggantinya dengan yang baru.

  • Periksa Play Check

Memeriksa Play Check masuk ke dalam salah satu cara merawat drone FPV yang harus dilalui. Cobalah untuk menggoyangkan bel motor ke arah radial. Perlu ada sedikit kepatuhan dalam arah longituninalnya atau sisi ke sisi lainnya. Bandingkan pula pergerakannya dengan motor baru. Anda harus mempertimbangkan kembali apa langkah berikutnya saat ada perbedaan yang signifikan, entah itu untuk bantalan, motor baru, atau penggantiannya.

  • Pemeriksaan Konduktivitas

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk memeriksa konduktivitas motor adalah mengambil multi meter dan menyetelnya ke dalam mode kontinuitas. Sambungkan salah satu cabang ke salah satu sambungan solder kabel motor atau ESC, serta cabang lainnya yang ada dalam kerangka drone. Seharusnya, tidak terdapat kontinuitas yang menunjukkan bahwasanya belitan motor diisolasi secara elektrik dari rangkanya.

Ulangi pemeriksaan ini pada setiap kabel motor yang ada. Ketika multi meter mendeteksi adanya kontinuitas, bisa jadi sekrup motor menyentuh belitan, atau bisa juga karena adanya bagian motor yang rusak. Lepaskan sumber kontinuitas dengan mengganti motor atau menggunakan sekrup motor yang lebih pendek.

  • Pemeriksaan Resistansi

Cara merawat drone FPV selanjutnya adalah memeriksa resistansi dengan cara menghapus solder kabel motor dari ESC dan mengatur multi meter dalam mode resistansi. Sambungkan probe multi meter pada setiap kombinasi pasangan kabel motor yang ada pada drone guna memeriksa kemungkinan adanya hambatan. Bagi kebanyakan motor drone, nilai resistansinya harus berada di sekitar 50 miliohm. Jika motor memiliki belitan resistansi yang terlalu tinggi, Anda dapat menggulungnya kembali ataupun menggantinya dengan yang lain.

  • Pemeriksaan Torsi Sekrup

Cek ulang apakah sekrup motor sudah cukup kencang atau belum. Bila sekrup dirasa telah longgar selama penerbangan berlangsung, segera pasang pengunci ulir dan kencangkan sekrup itu seperti semula.

  • Inspeksi Inner Visual

Ketika memeriksa inner visual, pemilik dapat membongkar motor dan memeriksa kondisi belitan, bantalan, serta magnet motor. Carilah chipping atau magnet yang longgar, bantalan yang rusak, ataupun belitan motor yang terlihat terbakar. Akan dibutuhkan penggantian komponen motor apabila terdapat bagian dari motor drone yang terlihat rusak.

2. Pembersihan

Tahap berikutnya dalam cara merawat drone FPV untuk komponen motor adalah dilakukannya pembersihan. Lebih lengkapnya ialah sebagai berikut.

  • Pembersihan Kotoran Motor

Bersihkan kotoran dari motor drone dengan cara menyikatnya menggunakan bristle brush dan air. Pastikan motor dikeringkan sesaat setelah dicuci, juga usahakan untuk meminimalisir penggunaan air yang dimungkinkan akan menyapu bagian bantalan motor. Selain menyikat dan membasuhnya dengan air, kotoran yang menempel pada motor dapat dihilangkan dengan menggunakan gel pembersih mobil.

  • Pembersihan Bantalan Motor

Bila bantalan memiliki gesekan tinggi atau terlihat berkarat dan penuh akan kotoran, bantalan itu bisa dibersihkan dengan memasukkannya ke dalam pembersih ultrasonik. Atau bisa juga dengan menyemprotkan WD-40 pada setiap bantalannya. Setelah selesai dibersihkan, lumaskan kembali bantalan dengan oli agar kinerjanya kembali maksimal.

3. Pemeliharaan

Pemeliharaan menjadi tahap perawatan terakhir untuk komponen motor.

  • Pemberian Oli pada Bantalan

Cara merawat drone FPV ini dilakukan dengan mengoleskan oli bantalan berkualitas tinggi pada kedua permukaan bantalan setelah dibersihkan dan memutar motor secara perlahan guna menyebarkan oli tersebut ke seluruh bagian bantalan. Penerbang drone disarankan untuk melumasi bantalan secara rutin setiap 1 atau 2 bulan sekali ataupun disesuaikan dengan kebutuhan dan frekuensi penggunaannya.

  • Penggantian Bantalan

Tekan bantalan keluar dari statornya. Ulangi langkah ini secara terbalik untuk memasang bantalan baru ke stator. Umumnya, bantalan motor tidak perlu diganti walaupun telah mengalami benturan besar yang berpotensi menyebabkan kerusakan dini pada motor. Tapi tentu, bila kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk bertahan, Anda harus menggantinya dengan yang baru.

  • Penggantian Bel

Untuk dapat melakukan prosedur ini, lepaskan sekrup atau penjepit yang ada di dasar poros motor terlebih dahulu, kemudian pisahkan bel dari stator. Mungkin proses ini akan membutuhkan kekuatan yang lebih dari Anda. Ulangi prosedur ini secara terbalik untuk memasang kembali bel yang baru.

Baca Juga : Semua Tentang FPV Drone: Pengertian, Jenis, dan Komponennya

2. Frame FPV Drone

a. Pemeriksaan Frame FPV Drone

  • Inspeksi Visual

Cek frame drone Anda untuk memeriksa adanya keretakan, komponen yang rusak, bingkai bengkok, peyumbatan bengkok, baterao aus, atau hal lain yang tidak biasa.

  • Pemeriksaan Torsi Visual

Jangan lupa untuk memeriksa bagian sekrup, apakah sudah cukup kencang atau malah longgar. Jika sekrup longgar, Anda dapat mengencangkannya dengan pengunci ulir.

b. Pembersihan Frame FPV Drone

  • Pembersihan Kotoran

Gunakan sikat berbulu yang kering seperti halnya sikat gigi atau kuas cat untuk membersihkan kotoran pada sebagian besar area frame drone FPV. Sedangkan untuk bagian yang terlalu sulit dijangkau, pengguna dapat menggunakan kompresor udara.

  • Pembersihan Noda atau Rumput

Pilihlah isopropil alkohol atau sikat yang telah dibasuh dengan air agar kotoran atau noda membandel yang tidak bisa dibersihkan maksimal dengan sikat berbulu kering, dapat dilenyapkan. Selain itu, pemilihan alkohol dirasa sangat ideal karena memiliki sifat yang dapat mengurangi kemungkinan korosi atau kerusakan pada komponen listrik.

c. Pemeliharaan Frame FPV Drone

  • Perbaikan Komponen Karbon yang Rusak

Memperbaiki komponen karbon yang rusak turut menjadi bagian dari serangkaian cara merawat drone FPV. Pada hakikatnya, serat karbon yang sudah pecah bisa diperbaiki dengan menggunakan lem cyanoacrylate yang berkemampuan untuk merekatkan serat. Hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah bahwa meskipun sudah direkatkan kembali dengan penggunaan lem, bagian karbon tersebut akan memiliki integritas struktural yang lebih rendah dibanding dengan komponen yang baru.

  • Penggantian Komponen yang Rusak

Pada saat terlihat ada komponen rangka yang terlihat melemah atau rusak parah, komponen itu harus segera diganti supaya dapat menjaga rangka tetap dalam kondisi yang layak terbang. Perlu diketahui, adanya kegagalan dalam mengganti komponen rangka yang rusak juga bisa mengakibatkan crash. Sehingga biaya perbaikannya pun akan menjadi lebih mahal saat rangka gagal melindungi elektronik pusat secara terpadu.

Baca Juga : Tips Membeli Drone FPV Terlengkap

3. Pemeliharaan Baterai Drone FPV

a. Pemeriksaan Keseimbangan Sel

Pastikan sel di setiap kemasan baterai yang Anda miliki cukup seimbang. Untuk dapat memastikannya, Anda bisa menggunakan pengukur baterai LiPo ataupun pengisi daya. Perlu dicatat, paket baterai yang dirasa tidak seimbang harus terlihat seimbang pada pengisi baterai. Juga, paket baterai yang sudah terus-menerus menjadi tidak seimbang harus disisihkan atau dibuang.

b. Pemeriksaan Resistansi Internal

Cara merawat drone FPV yang benar tidak akan melupakan tahap pemeriksaan resistansi internal dari baterai drone FPV. Melalui media pengisi daya, periksa resistansi internal dari unit baterai drone. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tahap ini biasanya hanya bisa dilakukan pada saat baterai drone diisi dayanya.

Berbeda dengan pengisi daya model lama, sebagian besar pengisi daya baterai baru wajib memiliki aspek ini sebagai salah satu fitur utamanya. Baterai yang berkualitas baik diklaim akan memiliki daya tahan internal yang lebih rendah dari 10 miliohm. Apabila resistansi internalnya sudah mencapai angka 20 miliohm, sebaiknya penggunaannya segera dihentikan.

c. Pemeriksaan Umur Baterai

Cek umur dari masing-masing baterai yang dimiliki dengan mengamati tanggal yang sudah Anda tulis pada saat membelinya. Seiring waktu, baterai mulai kehilangan kemampuan dan kinerjanya, sehingga isinya pun akan lebih cepat habis. Oleh sebab itu, penting untuk membedakan kemasan baterai baru dan kemasan baterai lama. Agar nantinya tidak tertukar saat hendak digunakan. Nah, jika Anda ingin menggunakan drone dalam laga balapan, Anda harus menggunakan paket yang lebih baru untuk memaksimalkan kinerjanya. Sedangkan paket lamanya dapat digunakan untuk sesi latihan saja.

Dengan menerapkan semua tahap dalam cara merawat drone FPV, kinerja dan umur dari drone dapat dioptimalkan. Selain itu, melakukan pemeliharaan drone sendiri dirumah secara rutin dapat menghemat uang Anda. Seperti yang Kita tahu, biaya penggantian komponen atau perawatan drone yang rusak parah cukup tinggi. Bisa-bisa, anggaran bulanan Anda jadi membengkak hanya karena tidak rutin menerapkan pemeliharaan pada drone. Rugi deh!