Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Sebagai sebuah perangkat yang memiliki teknologi tinggi, drone memang harus dikuasai dan dipahami dengan baik sebelum benar-benar menggunakannya. Selain memahami bagaimana menerbangkannya, Anda pun harus memahami bagaimana kemampuan dari bagiannya masing-masing, atau apa saja peran mereka dalam menerbangkan quadcopter atau drone tersebut. Selain itu memahami cara merawat baterai drone juga penting untuk dilakukan.

Terdapat beberapa bagian utama yang terdapat pada quadcopter atau drone ini diantaranya adalah The Frame, kemudian battery and charger, motors, propellers, Electronic Speed Control (ESC), Radio Transmitter and Receiver, Flight Control Board, dan yang terakhir adalah bingkai khusus yang menyambungkan seluruh komponen yang ada, bagi quadcopter yang bentuknya + atau X.

Cara Merawat Baterai Drone

Setelah memahami berbagai komponen utama yang ada pada drone atau quadcopter, maka bisa kita lihat jika baterai adalah komponen utama yang harus dirawat dan diperhatikan kesehatannya dengan baik. Pasalnya jika baterai pada drone mengalami kerusakan hingga tidak bisa berfungsi dengan baik, performa terbang drone juga menjadi terganggu. Berikut ini beberapa cara merawat baterai drone yang benar :

1. Jangan Melakukan Charger Baterai saat Baterai sedang Panas

Langkah pertama dalam cara merawat baterai drone adalah dengan memperhatikan waktu charger drone itu sendiri. Sebaiknya Anda tidak melakukan charger baterai ketika Drone baru digunakan. Biasanya suhu baterai sedang dalam keadaan panas. Jika Anda memaksa melakukan charger saat baterai panas maka baterai akan mudah menggembung, bahkan bisa meledak.

2. Sebelum Terbang Baterai harus Terisi Penuh

Kapasitas baterai juga berperan penting dalam penerbangan drone. Banyak orang yang tidak sabar untuk menunggu baterai cepat penuh ketika akan melakukan penerbangan. Apalagi jika orang itu sedang terburu-buru saat mau menerbangkan Drone tersebut. Hal ini juga bisa membahayakan Drone karena baterai tidak cukup penuh saat diterbangkan. Apalagi untuk tipe Drone Dji yang memerlukan cell voltase penuh dengan maksimal. Maka setiap akan menerbangkan Drone, jumlah baterai harus selalu penuh.

Baca Juga : Wajib Tahu Checklist Sebelum Menerbangkan Drone

3. Jangan Menyimpan Baterai di Tempat yang Bersuhu Panas

Penyimpanan baterai drone juga harus diperhatikan dengan baik. Sebaiknya Anda menyimpan baterai di tempat yang kering atau sejuk, misalnya berada di tempat dengan suhu antara 22o-28oC. Jangan menaruh baterai di tempat yang suhunya panas misalnya menyimpan di dalam mobil. Jika baterai disimpan di tempat yang suhunya panas ini maka baterai akan mudah rusak terutama di bagian cell baterainya.

4. Simpan Baterai dengan Kondisi 40-65% Terisi Penuh

Apabila Anda menyimpan baterai dalam waktu 10 hari atau bahkan lebih, sebaiknya tidak menyimpannya dalam kondisi baterai penuh. Kosongkan dahulu baterai setidaknya dalam kondisi 40-65%. Karena jika baterai yang disimpan dengan jumlah yang penuh maka baterai juga akan mudah rusak dan menggembung.

5. Apabila Sudah Menggunakan Drone Sebanyak 200 x, Maka Baterai Harus Diganti

Baterai pada Drone juga memiliki usia maksimal, jika Anda telah menggunakannya sebanyak 200 x maka Anda harus menggantinya dengan baterai yang baru. Supaya Drone selalu aman dan terjaga setiap saat Anda menerbangkannya. Usia pemakaian baterai pada Drone ini juga akan berpengaruh pada keawetan Drone tersebut. Itulah sebabnya maksimal jumlah pemakaiannya mencapai 200 kali, selebihnya baterai harus segera diganti dengan yang baru karena masa pakainya sudah berkurang.


Itulah 5 cara merawat baterai drone yang harus Anda pahami. Dengan menerapkan cara perawatan pada baterai drone dengan cepat, maka performa dan umur drone pun juga bisa terjaga dalam waktu yang lama. Jadi, jangan sepelekan hal ini ya!