Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Belakangan ini, drone menjadi salah satu alat untuk pemetaan yang populer. Hal tersebut bisa terjadi karena drone mampu menjawab semua kebutuhan akan data peta yang membutuhkan visualisasi yang lebih nyata. Guna dapat menunjukkan visualisasi yang diinginkan, terdapat satu proses penting yang dinamakan mosaicking foto hasil penerbangan. Agisoft Photoscan Professional merupakan salah satu aplikasi yang bisa digunakan dalam proses mosaicking tersebut. Lalu, bagaimanakah cara mengolah foto drone dengan menggunakan aplikasi Agisoft?

Baca Juga : Tutorial dan Cara Mapping Drone untuk Hasil Terbaik

Kilas Singkat Tentang Aplikasi Agisoft

Secara sederhana, Agisoft merupakan sebuah perangkat lunak yang dinaungi oleh perusahaan riset inovatif dalam bidang teknologi komputer, atau lebih spesifiknya dalam algoritma pengolahan citra dengan teknik fotogrametri digital. Ialah Agisoft LCC. Agisoft photoscan, perusahaan ini juga mengeluarkan beberapa produk menarik lain yang sayang untuk dilewatkan. Sebut saja agisoft stereo dan agisoft lens.

Umumnya, agisoft photoscan digunakan sebagai software untuk membangun rekonstruksi 3D, survei, visualisasi, serta tugas pemetaan. Sedangkan agisoft lens banyak digunakan sebagai kalibrasi kamera otomatis yang menargetkan kalibrasi pada layar LCD. untuk agisoft stereoscan, banyak digunakan dalam proses pembuatan model 3D yang diambil dari pasangan gambar-gambar stereo.

Beberapa fitur yang dimiliki oleh software ini adalah photogrammetric triangulation, digital 35 elevation model, dense point cloud, DSM/DTM export, editing and classification, measurements, areas, volumes, distances, georeferenced orthomosaic export, python scripts, 3D model, ground control points, high accuracy surveying, dan masih banyak fitur menarik lain yang dapat digunakan.

Melalui fitur-fitur unggulan yang dimilikinya, Agisoft PhotoScan Professional memungkinkan penggunanya untuk dapat menghasilkan point cloud yang padat akan georeferensi, model elevasi digital, poligonal bertekstur model, serta orthomosaic dari satu set gambar yang dibuat tumpang tindih sesuai dengan referensi informasi yang ada.

Cara Mengolah Foto Drone dengan Agisoft

Cara mengolah foto drone dibagi menjadi beberapa langkah, yakni:

Baca Juga : Ini Dia Software Drone Photography Terbaik

1. Align Photo

Align photo merupakan sebuah proses yang digunakan untuk mengidentifikasi titik-titik yang muncul pada gambar. Proses yang menggabungkan matching point dari 2 atau lebih foto ini, dapat menghasilkan sparse point clouds dan 3D model awal yang akan diperlukan pada tahap cara mengolah foto drone berikutnya. Beberapa menu yang tersedia dalam tahap align photo adalah sebagai berikut:

Accuracy : Menu yang dapat digunakan untuk memilih tingkat akurasi kecocokan titik yang ada di dalam proses matching point.
Low : Menu untuk mengubah gambar ke dalam akurasi lemah, proses cepat
Medium : Opsi untuk mengubah gambar ke akurasi sedang proses sedang
High : Pilihan untuk mengubah gambar kekurasi bagus, Proses lambat
Pair Selection : Opsi untuk mengetahui pilihan tipe matching point yang dipilih
Generic : Ditujukan untuk foto yang sudah berhasil di build in geo tagged
Ground Control: Ditujukan untuk foto yang memiliki geo tagged manual

2. Build Dense Clouds

Cara mengolah foto drone yang kedua adalah dense clouds. Yang mana merupakan kumpulan titik tinggi dengan jumlah ribuan hingga jutaan titik. Nantinya, dense clouds akan diolah lebih lanjut guna menghasilkan Digital terrain Model, Orthophoto, dan Digital Surface Model. Depth Filtering sendiri merupakan sebuah tindakan yang dapat diaplikasikan pada titik tinggi yang dianggap sebagai outliers atau noise. Umumnya, noise ini memiliki karakteristik lebih tinggi daripada titik lain yang ada disekitarnya.

Dalam tahap Build Dense Clouds, terdapat dua menu yang bisa digunakan. Ialah Mild untuk penggunakan 3D model yang memiliki banyak detail dan kompleks, serta Aggressive yang diperuntukkan untuk penggunaan 3D model yang lebih sederhana.

3. Build Mesh

Mesh merupakan sebuah modal yang akan digunakan untuk membuat DEM, entah itu DSM, DTM, ataupun orthophoto. Mesh ini dapat di export ke dalam beberapa software lain selain Agisoft. Misalnya saja di AutoCAD, ArcGIS, atau sketchup.

a. Menu type untuk memilih model yang akan diproses

Dalam menu ini, Anda akan menemui dua opsi tipe model. Adalah Arbitrary untuk patung atau bangunan dan Height Field untuk objek permukaan bumi seperti halnya terrain/medan.

b. Menu source untuk memilih sumber 3D

Tahap ini juga memungkinkan Anda untuk memilih sumber 3D yang akan diterapkan pada foto. Yakni sparse clouds untuk sumber yang jarang dan danse clouds untuk sumber padat.

c. Interpolation

Interpolated merupakan cara mengolah foto drone yang digunakan untuk menginterpolasi beberapa gap yang muncul diantara foto-foto yang gagal terproses. Sedangkan Extrapolated tidak akan digunakan dalam orthophoto.

d. Build Texture

Model Texture nantinya akan ditampilkan dalam beberapa software seperti sketchfab dan arcgis. Nah, texture ini sendiri merupakan model fisik 3D dari tampilan pada area yang berhasil di cover melalui foto udara.

Cara Mengolah Foto Drone Menjadi Peta Orthomosaic

1. Sesuaikan Pengaturan Preference

Sebelum memulai pemrosesan foto menjadi peta orthomosaic, terlebih dahulu Anda harus menyesuaikan pengaturan preference dengan mengubah stereo mode menjadi anaglyph dan stereo parallax menjadi 1.0 write log to file untuk menentukan direktori tempat Agisoft PhotoScan log akan disimpan nantinya. Cek pula semua perangkat OpenCL yang berhasil terdeteksi oleh PhotoScan dalam bagian dialog. Kemudian kurangi total inti CPU yang aktif dengan mengubahnya menjadi satu untuk setiap unit OpenCL yang diaktifkan. Pada tab Advanced, gunakan nilai berikut sebagai parameternya.

Project Compression Level: 6
Store Absolute Image Paths: Disabled
Keep Depth Maps: Enabled
Enable VBO Support: Enabled
Check for Updates on Program Startup: Enabled

2. Menambahkan Foto ke Agisoft

Untuk menu menambahkan foto, pengguna dapat menekan button ‘add photos’. Tombol ini biasanya bisa ditemui pada menu Workflow atau bilah alat Workspace. Setelah muncul pop-up tambah foto, klik ‘jelajahi folder sumber’, kemudian pilih file foto yang hendak diproses. Bila sudah, tekan enter atau tombol ‘open’.

3. Load Camera Position

Gunakan perintah yang sesuai dari menu view dengan membuka panel Referensi. Pada bagian tab ‘alat panel referensi’, pilih tombol ‘impor’ dan pilih file berisi posisi kamera informasi yang muncul dalam suatu dialog/ pop-up. Dibanding dengan itu, terdapat cara mengolah foto drone yang lebih mudah untuk dilakukan, ialah dengan memuat file sederhana yang sudah dipisahkan dari karakter (* .txt) yang berisikan tinggi dan koordinat x dan y untuk setiap posisi kamera yang ada.

Kemudian, pada dialog impor CSV, akan muncul pembatas yang sesuai dengan struktur file. Anda dapat memilih baris untuk mulai memuat foto. Perlu diperhatikan bahwasanya karakter hashtag (#) menunjukkan baris komentar yang tidak termasuk ke dalam hitungan. Dengan menggunakan pengaturan ‘perbaiki nomor kolom’ yang ada di bagian kolom pada dialog pop-up, pengguna dapat menunjukkan program-program parameter apa saja yang akan ditentukan untuk setiap kolomnya. Pengguna juga disarankan untuk menentukan koordinasi sistem yang valid dalam bidang yang sesuai, untuk keperluan nilai yang nantinya akan digunakan pada data pusat kamera. Pun dengan pengaturan di bidang data sampel yang tercantum dalam dialog Impor CSV.

Jika sudah sesuai, tekan tombol OK. Dan data akan segera dimuat pada panel Referensi. Apabila metadata EXIF tersedia, Anda juga dapat menggunakan tombol ‘Import EXIF’ saat ingin memuat posisi kamera informasi. Lalu, klik menu setting pada panel Reference. Kemudian, pada dialog Pengaturan Referensi, pilihlah sistem koordinat dari daftar yang sesuai bila Anda belum memilihnya di dialog Impor CSV. atur pula akurasi kamera dalam meter, serta derajat yang sesuai dengan ketentuan akurasi pengukuran. Misalnya saja menentukan Ground Altitude pada saat hasil pemotretan sangat miring.

4. Kalibrasi Kamera

Mengatur kalibrasi kamera juga termasuk ke salah satu langkah dalam cara mengolah foto drone. Mudah saja, cukup buka menu Tools dan pilih Camera Calibration Window. Pada dasarnya, Agisoft PhotoScan akan memperkirakan parameter kamera intrinsik secara default selama optimalisasi dan penyelarasan kamera berasal dari EXIF. Ukuran piksel dan panjang fokus akan hilang dari gambar EXIF. Akibatnya, nilai tersebut dapat diinput secara manual, sebelum diolah sesuai dengan data yang berasal dari spesifikasi kamera dan lensa, pada jendela kalibrasi kamera.

Baca Juga : Mengatur Kamera Filter Untuk Foto Drone

Ketika jenis kamera yang digunakan memiliki fitur pra-kalibrasi, penggunanya dimungkinkan untuk bisa memuas data kalibrasi dalam satu format yang didukung oleh input tombol yang ada di jendela dialog. Agar bisa mencegah terjadinya nilai pra-sinkronisasi yang kemungkinan akan disesuaikan oleh Photoscan saat pemrosesan berlangsung, ada baiknya bagi Anda untuk memeriksa kembali flag Fix Calibration.

Keunikan dari Agisoft Photoscan ialah kemampuannya yang mampu memproses gambar yang diambil dari kamera berbeda dalam proyek yang sama. Dalam hal ini, akan muncul beberapa kelompok kamera pada sebelah kiri bingkai jendela Kalibrasi Kamera. Kelompok-kelompok tersebut akan dibagi secara default berdasarkan panjang fokus, resolusi gambar, dan juga ukuran pixel.

Anda disarankan untuk mengganti jenis kamera dari Frame (default) ke nilai Fisheye sesaat sebelum memulai proses kalibrasi, tatkala jenis lensa yang digunakan adalah fisheye angle atau ultra-wide.

5. Penyelarasan

Di tahap selanjutnya, yakni penyelarasan, PhotoScan akan menemukan titik yang cocok diantara gambar overlap (tumpang tindih). Fungsi dari titik tersebut ialah untuk memperkirakan posisi kamera dalam setiap foto, serta membangun model cloud titik jarang.

Untuk dapat melakukan penyelarasan, buka menu Workflow dan pilih perintah Align Photos. Setelah itu, isilah nilai pada parameter dalam dialog Align Photos sesuai dengan kebutuhan Anda. Adapun untuk nilai parameter yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

Accuracy: High
Pair Preselection: Reference
Constrain Features by Mask: Nonaktifkan
Tie Point Limit: 10000
Key Point Limit: 40000

Klik OK jika nilai parameter sudah dianggap selaras.

6. Mengatur Bounding Box

Bounding Box merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan area rekonstruksi. Dimana bounding box ini sendiri dapat diubah-ubah ukurannya dan bisa diputar melalui fitur Resize Region dan Rotate Region dari toolbar.
Bagian berwarna merah yang ada di kotak pembatas menunjukkan area yang merepresentasikan bidang tanah. Sehingga harus diatur di bawah model agar sejajar dengan bidang XY. hal ini sangat penting untuk diperhatikan. Terlebih jika mesh harus dibangun dalam mode Bidang Tinggi, yang masuk akal untuk alur kerja dari skema pemrosesan data udara.

7. Build Dense Point Cloud

Bila didasarkan pada perkiraan posisi kamera, program yang menghitung informasi terkait dengan kedalaman dari setiap kamera dapat digabungkan menjadi awan titik tunggal yang padat. Caranya adalah dengan memilih opsi build dense cloud yang ada di menu Workflow. Kemudian, tetapkan medium dalam kolom quality, dan aggressive pada kolom depth filtering.

Cara mengolah foto drone memang sangat mudah untuk dilakukan, bahkan oleh seorang pemula sekalipun. Hanya berbekal telaten dan sabar, mengolah foto drone dengan bantuan aplikasi Agisoft pun menjadi hal sederhana dan praktis.