Melihat Indonesia dari Udara

Yang dimaksud dengan sertifikasi Drone adalah bentuk upaya dalam mendorong pemakaian Drone yang lebih resmi dan bertanggung jawab akan penggunaannya. Walaupun sekarang penggunaan Drone ini bukan hal yang asing atau baru lagi, tapi sudah banyak orang yang menggunakan Drone untuk berbagai tujuan.

Penggunaan Drone yang semakin bertambah di Indonesia ini menimbulkan potensi akan kerusakan, yang bisa saja membahayakan diri sendiri atau orang lain. Sehingga pemerintah Indonesia pun membuat regulasi dari penggunaan Drone ini yang diwajibkan untuk pembuatan sertifikat bagi si pengguna.

Kini, Drone mudah dibeli sehingga bukan merupakan barang mewah lagi. Bahkan cara mengoperasikannya pun mudah, dan bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk oleh pemula. Namun, bahaya dari penggunaan Drone ini masih terbilang besar apalagi jika ada penyalahgunaan penggunaan Drone yang pernah digunakan oleh kelompok teroris di Venezuela.

Itulah sebabnya dibutuhkan sertifikasi supaya orang-orang tidak menyalahgunakan pemakaian Drone tersebut.

Baca Juga : Tips Membeli Drone Untuk Pemula

Proses dalam Mengikuti Sertifikasi Drone di Indonesia yang Tepat

Berikut ini proses dalam mengikuti sertifikasi Drone yang bisa Anda lakukan, menurut ketentuan Peraturan Menteri di Indonesia :

1. Pendaftaran

Proses ini dilakukan secara terbuka dan bisa dilakukan secara online melalui website terkait. Bahkan bisa juga melalui media sosial Facebook atau Instagram. Kemudian pihak pembuat sertifikasi ini nantinya akan memberikan rincian dan detail biaya pada pembuatan sertifikasi tersebut.

2. Pra Sertifikasi

Langkah yang kedua ini hukumnya tidak wajib dilakukan oleh pendaftar, karena mereka dibolehkan ikut tapi bisa juga tidak. Namun, kegunaan dari pra sertifikasi ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk berkenalan dengan peserta atau pendaftar lainnya. Bahkan perkenalan dengan panitia dan mengetahui bagaimana medan uji terbang yang nanti akan dilalui.

Peserta juga diperbolehkan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum uji terbang dilakukan. Selain itu, para peserta juga akan diberi penjelasan lebih lanjut mengenai proses sertifikasi tersebut.

3. Sertifikasi

Proses sertifikasi itu sendiri terdiri dari beberapa tahap, seperti :

a. Penyampaian Materi

Para peserta akan diberi pemahaman mengenai keselamatan serta prosedur dalam mengoperasikan Drone, yang memang cukup kompleks.

b. Tes Tertulis

Dalam mengukur pemahaman para peserta pada regulasi ini, akan dibuat juga tes tertulis yang wajib diikuti peserta. Karena skill dalam menerbangkan Drone ini tidak cukup, Anda juga harus mengetahui seluk beluk atau pengetahuan soal Drone terutama dalam hal penerbangannya. Jika Anda tidak cukup paham soal penerbangan, maka bisa jadi Anda tidak lulus.

c. Tes Terbang

Tes berikutnya yang wajib diikuti adalah tes menerbangkan Drone, ujian penerbangannya ini yaitu dengan cara membuat figur 8 yang dilakukan oleh peserta. Mode ATTI yang akan digunakan saat uji terbang dan tidak boleh mengaktifkan GPS Drone. Walaupun syaratnya terlihat mudah, tetapi banyak juga peserta yang tidak lolos uji di tes terbang tersebut.

4. Pengumuman

Jika seluruh prosedur ujian dan tes telah dilaksanakan, kini saatnya untuk melakukan penilaian dari hasil ujian tersebut baik ujian secara tulisan/praktek. Proses inilah yang sangat mendebarkan, karena apabila Anda tidak lulus maka Anda harus mengikuti remedial di proses sertifikasi yang selanjutnya.

5. Pembagian Lencana dan Serifikat

Jika Anda sudah diberi sertifikat dan lencana maka sekarang Anda sudah resmi memiliki sertifikasi Drone, dan bisa menggunakannya secara resmi. Syarat kelulusan yang harus dimiliki oleh para peserta adalah jika mampu menjawab seluruh soal yang ada, dan mahir dalam menerbangkan Drone dengan baik dan benar.