Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Merasa bosan untuk terus-menerus membagikan foto dan video standar di media sosial? Bisa jadi, sekarang adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk turut serta dalam meramaikan tren video dari ketinggian menggunakan perangkat drone loh! Selain bisa menghasilkan potret yang apik, penggunaan drone juga akan memberikan angle foto dan video yang berbeda dari yang biasa Anda upload di media sosial. Tetapi untuk bisa melakukan hal itu, Anda perlu mengetahui bagaimana cara menerbangkan drone FPV terlebih dahulu.

Baca Juga : Jenis dan Rekomendasi Drone FPV Terbaik

Cara Menerbangkan Drone FPV

Di bawah ini merupakan langkah atau cara menerbangkan drone FPV sederhana untuk pemula yang bisa Anda contoh.

1. Kenali Anatomi Dasar Pemancar

Salah satu kunci penting dalam menerbangkan sebuah drone ialah memahami perbedaan tombol dan stick dengan benar. Mengingat setiap drone bisa memiliki pemancar dalam jumlah tombol yang berbeda-beda, semua pemancar tersebut pasti akan terbagi menjadi dua. Yakni stick kiri dan stick kanan. Bisa dibilang, kedua stick tersebut akan mengambil kontrol 90% dari manuver dasar yang bisa dilakukan dengan drone. Karenanya, pengguna diharuskan untuk benar-benar menguasainya hingga dirinya terbiasa.

a. Stick Kiri

Stick kiri akan mengontrol dua aspek dalam penerbangan drone, ialah yaw dan throttle.

YAW

Secara umum, Yaw merupakan berputarnya multirotor dari kiri dan kanan. Jadi, pada saat penerbang mendorong stick kiri ke x-axis maka akan membuat drone berputar ke arah yang dipilih. Tujuan dari Yaw sendiri adalah untuk membantu penerbang dalam menghadapkan dronenya tanpa perlu berpindah dari posisinya.

Throttle

Throttle merupakan upaya untuk menggerakkan multirotor naik turun. Ketika pilot drone menggerakkan stick naik dan turun, maka drone akan mengubah altitude atau ketinggiannya. Kontrol Throttle ini terletak pada y-axis di bagian stick kiri.

Selain butuh menghafal arah dan gerakan dari Throttle, mensetting kecepatan Throttle juga sangat penting untuk dipahami dalam cara menerbangkan drone FPV. Karena tilt naik turun merupakan gerakan kamera yang paling dasar dalam videografi. Semakin ahli dan smooth pengguna dalam mengendalikan Throttle, semakin besar pula kemungkinan hasil rekamannya akan lebih bagus.

b. Stick Kanan

Berbeda dengan stick kiri, stick kanan akan mengontrol gerakan drone pada x-axis, yakni mengatur roll dan pitch.

ROLL

Roll ialah pergerakan drone ke arah samping. Ketika penerbang menggerakkan stick ini ke arah kanan atau kiri, maka drone akan berguling memiringkan bodinya sambil bergeser ke samping pada arah yang dipilih. Perlu dicatat, gerakan ini tidak akan mengubah ketinggian dari drone/posisi y-axis melainkan hanya posisi x-axis-nya saja.

PITCH

Pitch merupakan upaya pergerakan maju dan mundur dari drone. Apabila pilot menekan stick kanan ke arah atas/bawah, maka drone akan bergerak maju atau mundur.

Baca Juga : Daftar Drone FPV Murah dan Terbaik

2. Pilih Lokasi

Setelah berhasil mengenali dasar gerakan yang bisa dilakukan untuk mengontrol drone dengan pemancar yang ada, kini saatnya Anda mempersiapkan penerbangan drone di udara. Selalu pastikan untuk memilih lokasi yang tepat untuk mengudarakan drone. Lokasi tepat yang dimaksud dalam konteks ini ialah lokasi dengan cuaca yang stabil dan tidak berangin. Jikapun cuaca sedang tidak mendukung, lebih baik Anda menunggu cuaca membaik dan benar-benar cerah, bila tidak ingin drone kesayangan menjadi rusak.

3. Baca Petunjuk Penggunaan

Pastikan pula untuk membaca seluruh instruksi dari buku yang disertakan oleh produsen drone sebelum terbang.

4. Isi Baterai Drone

Cara menerbangkan drone FPV berikutnya ialah untuk mengisi baterai drone secara penuh sebelum terbang. Jangan lupa untuk menggunakan baterai dan charger resmi dari produsen ya! Meskipun ada masalah pada baterai atau charger, lebih baik kontak ke produsen resminya terlebih dahulu, dan bukan malah langsung membelinya secara asal-asalan. Bila salah memilih, drone bisa rusak loh!

5. Posisikan Drone

Drone harus diposisikan pada area yang bersih dari berbagai halang rintang ketika hendak lepas landas. Bahkan ketika terbang sekalipun, usahakan untuk terus memposisikan drone sesuai manual. Oleh karena itu, pengguna harus memahami yang mana sisi depan dan mana sisi belakangnya. Sebagai tambahan catatan, selalu posisikan diri Anda, selaku penerbang, untuk berada di belakang drone saat proses lepas landas dilakukan.

6. Dorong Throttle ke Bawah

Mendorong Throttle ke bawah merupakan cara menerbangkan drone FPV selanjutnya. Sebelum pilot memindahkan pemancar, dorong throttle turun dulu, baru menyalakan pemancarnya. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika ternayata terjadi error pada stick yang digunakan. Pun agar drone tidak tiba-tiba terbang saat remote/stick dinyalakan. Sebaliknya, saat penerbang telah selesai menerbangkan pesawat tanpa awaknya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mematikan baterai drone, kemudian dilanjutkan dengan mematikan remotenya.

7. Lepas Landas dan Mendarat

Manuver penerbangan pertama yang ada dalam cara menerbangkan drone FPV adalah lepas landas dan mendarat. Pada saat pilot melakukan semua langkah sebelumnya, pilot dapat mendorong throttle ke atas secara perlahan, maka drone akan mulai lepas landas.

Balas dengan menggunakan pitch command/stick kanan ke atas dan ke bawah, apabila drone mulai condong ke depan atau ke belakang. Hal serupa juga berlaku untuk kontrol roll. Upaya ini dilakukan agar drone bisa tetap terbang dengan seimbang di udara.

Baca Juga : Rekomendasi Terbaik Drone FPV Untuk Pemula Lengkap

8. Lepas Landas dan Mempertahankan Posisi Drone

Hal lain yang perlu diperhatikan pada cara menerbangkan drone FPV adalah menerbangkan dan menahan drone beberapa meter di atas tempat pendaratan. Perlu diingat, akan dibutuhkan konsentrasi tinggi dalam mempertahankan posisi melayang di tahap ini.

Usahakan untuk menjaga drone agar tetap stabil dan tahan sediam mungkin. Mungkin bagi Anda ini akan terlihat membosankan, tapi dengan mempelajari teknik ini, penerbang akan sangat terbantu untuk bisa memulai dan menyelesaikan sesi terbang. Ditambah lagi, cara ini akan menyadarkan pilot tentang pentingnya menjaga posisi drone tetap aman agar masa pakai drone bisa tahan lebih lama.

9. Memutar Drone

Memutar drone masuk ke dalam salah satu manuver yang paling penting. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, yaw control akan mengontrol bagaimana multirotor drone bisa berputar arah. Apabila Anda sudah mengikuti semua cara menerbangkan drone FPV di atas, maka selama lepas landas Anda akan berdiri di belakang drone.

Nah, sekarang, pilot harus melakukan lepas landas kemudian memutar drone untuk menghadap ke arah pilot itu sendiri. Mungkin akan terdengar mudah dan sepele, tapi langkah ini bisa membuat penerbang merasa frustasi bukan main. Pasalnya, pada saat drone diputar, posisi frame juga akan ikut berubah. Biasanya, penerbang akan menjadi bingung mana sisi depan dan belakangnya.

10. Mengenal Lebih dalam Kontrol Drone

Secara garis besar, poin ini memang sudah sedikit disinggung di atas. Namun hanya mencakup yaw, throttle, roll, dan juga pitch. Kini, penerbang harus mengenal fungsi advance dari remote lainnya. Termasuk di dalamnya pemancar VTX, penerima, dan juga VRX.

Dari semua poin di atas, hal paling utama yang perlu diperhatikan ialah memahami dengan benar bagaimana perilaku drone. Dengan banyak berlatih, tentu akan memudahkan pilot untuk hafal dengan perilaku drone dan kontrol remote-nya.

Trik Dasar Menerbangkan Drone Untuk Hasilkan Foto dan Video Ciamik

Terdapat beberapa trik dasar yang bisa diterapkan saat Anda sedang menerbangkan drone, agar hasilnya pun menjadi lebih maksimal.. Trik-trik ini dapat meminimalisir kemungkinan drone hilang saat terbang. Tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut? Simak ulasannya berikut ini!

1. Lakukan Latihan

Pada dasarnya, cara kalibrasi drone untuk kebutuhan fotografi cukup berbeda dari teknik fotografi biasa lainnya. Pesawat tak berawak harus dioperasikan melalui kendali remote control yang dibagi ke dalam dua jenis. Yakni dengan penggunaan aplikasi dari smartphone ataupun perangkat remote. Apapun perangkat yang digunakan, pastikan agar diri Anda sudah mahir dalam menyeimbangkan posisi drone, sehingga hasil gambar atau rekaman video yang didokumentasikan tidak blur/kabur.

Karena itu, pilot harus banyak berlatih dengan menggunakan drone mini quadcopter seperti halnya Hubsan X4 H107C, Cheerson CX10, atau Syma X5C. Mini drone dipilih karena memiliki berat yang cukup ringan dengan ukuran mini, dan manuvernya pun lebih mudah untuk dikendalikan. Baru setelah mahir, familiar, juga paham dengan kendali remote control, penerbang bisa beralih dengan menggunakan drone dengan fitur lebih lengkap dan canggih, serta berukuran lebih besar.

Baca Juga : Daftar Penyebab Drone Crash yang Perlu Anda Ketahui

2. Siapkan Peralatan

Agar dapat menghasilkan foto dan video yang berkualitas tinggi, pilot drone harus menyiapkan berbagai komponen dan alat pendukung yang dibutuhkan dalam proses dokumentasi. Salah satunya adalah menjaga daya tahan baterai. Penting bagi pilot untuk selalu memastikan daya baterai telah terisi dalam kapasitas yang cukup dan menyediakan aliran listrik yang nantinya akan digunakan untuk mengisi ulang daya baterai.

Namun apabila penggunaan drone digunakan untuk mobilitas di luar ruangan, dan tidak dimungkinkan tidak ada aliran listrik, maka menyediakan baterai cadangan menjadi opsi yang paling praktis dan efisien untuk dipilih. Dengan cara ini juga, pilot tidak perlu menghabiskan waktu untuk menunggu atau mencari baterai pengganti saat kehabisan daya. Sebagai langkah preventif, pilot perlu menyiapkan propeller pengganti agar saat salah satu dayanya hilang atau rusak.

3. Atur Resolusi Gambar

Untuk mempermudah proses editing, aturlah resolusi pengambilan foto dengan dimensi yang tepat dan sesuai kebutuhan. Penerbang bisa memilih resolusi 4K atau HD sesuai dengan kebutuhan dokumentasi yang diharapkan.

4. Manfaatkan Mode Otomatis

Sekarang ini, drone sudah dikembangkan dengan beragam pengaturan otomatis yang memudahkan penggunanya. Mode pengaturan seperti ini sengaja diciptakan agar penerbang bisa lebih mudah dalam mengeksplorasi fitur fotografi guna menghasilkan rekaman yang tajam dan apik. Sebut saja mode Return to Home, Active Track, Flight Autonomy, dan fitur lainnya yang bisa digunakan untuk mengatur gerakan drone yang lebih inovatif, terutama untuk pemenuhan kebutuhan outdoor.

5. Identifikasi Cuaca dan Lingkungan Sekitar

Walaupun sudah diproduksi dengan desain dan struktur yang tangguh, penerbang tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca saat menerbangkan drone. Apalagi jika prosesi pengambilan gambar dilakukan di luar ruangan. Pastikan apakah drone mampu bertahan dari tekanan angin dan suhu udara pada lokasi tersebut atau tidak.  Jangan sampai baterai drone atau fungsi baling-baling terganggu dan mengakibatkannya tidak mampu bertahan hingga akhirnya mengalami crash.
Itulah beberapa cara menerbangkan drone FPV untuk pemula yang bisa Anda ikuti. Bagaimana? Cukup simple dan mudah ditiru bukan?