Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Saat pertama kali menerbangkan drone meninggalkan tanah, mungkin menjadi hal yang cukup menakutkan bagi pilot pemula. Diperlukan kehati-hatian agar mesin canggih ini tidak jatuh dari langit. Setelah melakukan beberapa kali latihan, maka baru akan terasa bahwa cara menerbangkan drone sebenarnya cukup mudah, dan tidak sesulit yang dibayangkan.


Menerbangkan drone sudah menjadi sesuatu yang lazim belakangan ini. Terutama penggunaan drone untuk keperluan fotografi. Tentunya, menjadi pilot drone fotografi yang profesional bukan hal yang mudah. Pilot harus fokus pada dua hal, yaitu menjaga drone saat melayang di udara dan mengambil gambar sebagus-bagusnya dengan kamera.


Cara Menerbangkan Drone Dengan Aman Untuk Kebutuhan Fotografi


Ketika terbang di udara sambil melakukan bidikan kamera, maka pilot drone perlu memperhatikan banyak hal. Jangan sampai kehilangan kendali drone dan menyebabkan kecelakaan. Maka dari itu, keamanan dalam mengambil gambar adalah poin penting yang wajib diutamakan. Berikut adalah cara menerbangkan drone fotografi dengan aman:

1. Selalu pantau drone saat terbang di udara

Ketika drone diterbangkan, pilot harus selalu memantau setiap gerakan drone. Jangan hanya melihat melalui monitor saja, karena beberapa hal mungkin tidak bisa tertangkap oleh monitor pengontrol. Misalnya, ketika drone mendekati pepohonan yang berbahaya. Karena selalu memantaunya, maka bisa segera melakukan tindakan agar tidak terjadi kecelakaan.

Baca Juga :

Tips Mencegah Kecelakaan Drone Jatuh Saat Belajar

Wajib Tahu Checklist Sebelum Menerbangkan Drone

2. Pastikan cuaca aman

Penyebab utama kecelakaan drone adalah cuaca yang buruk. Cuaca memang sangat mempengaruhi bagaimana kesuksesan drone saat terbang di udara. Perlu diketahui bahwa setiap jenis drone memiliki ketahanan berbeda terhadap kecepatan angin. Untuk itu, pastikan bahwa kecepatan angin masih tergolong aman saat drone diterbangkan.


Jika angin terlalu kencang, keseimbangan drone bisa terganggu. Akhirnya, drone tidak bisa bertahan di udara karena kecepatan angin terlalu tinggi. Hal ini bisa membuat drone hilang atau jatuh di lokasi yang jauh. Maka dari itu, memperhatikan cuaca pada hari dimana akan menerbangkan drone adalah hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan.

Baca Juga :

Cara Menerbangkan Drone Malam Hari

Tutorial Menerbangkan Drone Saat Hujan

3. Terbang tidak melebihi tinggi 400 kaki

Hal ini sebenarnya masih berkaitan dengan kecepatan angin yang menerpa drone di udara. Jika drone terbang tinggi melebihi 400 kaki di atas tanah, maka kemungkinan kecepatan angin di udara cukup tinggi. Tentu saja ini sangat berbahaya bagi keselamatan drone. Untuk itu, sangat disarankan untuk menerbangkan drone tidak lebih dari batas 400 kaki.

4. Pantau baterai selama drone terbang di udara

Mengapa memantau baterai sangat penting? Drone adalah alat elektronik yang bekerja dengan mendapatkan sumber energi dari baterai. Saat baterai drone habis, sudah tentu pesawat tanpa awak ini tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Jika drone kehabisan daya saat masih terbang tinggi di udara, maka sangat berbahaya bagi keselamatan drone.


Drone bisa saja terjatuh jika pilot tidak sigap dalam menarik drone untuk kembali mendarat. Padahal, mendaratkan drone kembali ke posisi semua bukan hal yang mudah dilakukan dan membutuhkan daya yang cukup. Maka dari itu, sangat disarankan untuk selalu memantau sisa baterai. Segera turunkan drone jika baterainya menunjukkan angka 30%.

5. Jangan panik

Masalah lainnya saat menerbangkan drone fotografi adalah panik yang berlebihan. Sinyal video drone yang hilang memang tidak jarang terjadi. Saat masalah ini terjadi, biasanya pilot drone langsung panik karena mengira drone mereka jatuh atau terbang ke arah tak terkendali. Namun, sebenarnya pilot tidak perlu panik seperti ini.

Setiap drone umumnya memiliki sebuah fitur yang akan membuat drone kembali ke titik awal penerbangan secara otomatis. Fitur ini adalah berupa tombol pada remote control yang bernama Return to Home (RTH). Jika kehilangan sinyal drone, maka cukup tekan tombol RTH saja. Tidak lama kemudian, drone akan kembali ke posisi semula.

Baca Juga : Fungsi Fitur Remote Control dan Transmitter Drone

Pada akhirnya, untuk menjadi fotografer drone yang terampil, maka harus menjadi pilot drone yang profesional terlebih dahulu. Tanpa menguasai cara menerbangkan drone dengan baik, maka tidak mungkin bisa menjadi fotografer drone yang andal. Untuk itu, diperlukan latihan rutin supaya bisa menjadi fotografer drone profesional sesuai harapan.