Indonesia360 merupakan platform untuk memberikan pelatihan dan informasi tentang Drone Aerial, FPV Racing serta manfaat drone untuk industri dan bisnis.

Sebagai salah satu perangkat yang mulai digandrungi para pegiat fotografi maupun videografi adalah drone. Harga beli yang bisa dibilang cukup mahal, tentunya membuat pemilik drone menginginkan perangkatnya tetap awet, tahan lama, dan tidak mudah mengalami kerusakan. Maka dari itu, para pemilik drone harus tau bagaimana cara merawat drone yang benar agar terhindar dari kerusakan.

Merawat drone ini menjadi sangat penting apalagi jika drone digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti mengumpulkan data, pemetaan, memotret, merekam video, bahkan sebagai sarana distribusi untuk mengirimkan barang dan makanan.

Perlu diketahui jika cara merawat drone ini tidak hanya sebatas pada kondisi fisiknya saja, tetapi juga perlu diperhatikan komponen-komponen pendukungnya.

Diperlukan perawatan khusus yang dilakukan secara berkala untuk menjaga komponen tersebut tetap dalam kondisi yang baik dan performa drone mampu bekerja secara maksimal.

Komponen pendukung tersebut diantaranya adalah bagian baling-baling, frame atau rangka drone, baterai, dan area motor penggerak.

Cara Merawat Drone Agar Awet

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan perawatan komponen drone agar tetap awet dan tidak mudah rusak.

1. Sediakan Peralatan Pembersih

Dalam proses pembersihan drone, tidak cukup hanya dengan mengandalkan tisu kering atau cotton bud saja. Hal ini dikarenakan drone memiliki bentuk yang rumit dan terdapat bagian-bagian yang sulit terjangkau jika hanya menggunakan peralatan ala kadarnya.

Apalagi, penggunaan drone di ruang terbuka menyebabkan mudahnya drone terkena kotoran. Sehingga, diperlukan ketelitian dan ketelatenan ketika membersihkannya.

Agar drone bisa dibersihkan secara maksimal, diperlukan seperangkat alat pembersih. Alat pembersih yang bisa digunakan berupa cleaning kit yang biasanya digunakan untuk membersihkan kamera.

Seperti sikat halus, alat semprot udara, dan lap bersih yang berfungsi menghilangkan kotoran berupa noda atau debu yang menempel.

2. Selalu Perhatikan Kondisi Baterai

Cara merawat drone selanjutnya adalah dengan selalu memperhatikan kondisi baterai. Baterai menjadi komponen penting yang menentukan apakah drone bisa berfungsi dengan baik atau tidak.

Jika baterai tidak berada dalam kondisi yang baik, maka hal ini bisa berisiko tinggi saat drone dipaksa untuk tetap terbang.

Perlu diperhatikan kapasitas daya yang tersimpan pada baterai drone. Jangan pernah untuk memaksakan drone terbang ketika daya baterai yang tersimpan hanya atau tinggal 30%.

Jadi, ketika sedang melakukan penerbangan dan daya baterai ternyata hanya tersisa 30%, maka segera daratkan drone.

Artinya, drone hanya menggunakan 70% kapasitas baterai ketika terbang, tidak boleh lebih. Ketika berada dalam kondisi tidak terpakai dalam jangka waktu yang lama atau setidaknya 2 minggu, alangkah lebih baik jika menyisakan kapasitas daya baterai dalam kondisi terisi setidaknya 50%.

Hal ini karena baterai yang disimpan dalam kondisi daya terisi penuh dalam jangka waktu lama, dapat menyebabkan kerusakan parah.

Usahakan untuk selalu mengisi baterai hingga penuh 100% dalam sekali pengisian.

Hal ini akan membantu menjaga umur baterai tetap awet, tidak mudah rusak, dan tidak menggelembung.

Selain itu, perlu diperhatikan bahwa tidak boleh melakukan pengisian baterai langsung setelah penerbangan. Hal ini karena suhunya yang masih tinggi.

Selanjutnya, hal paling penting dalam pengisian baterai adalah menggunakan alat pengisi yang asli. Jangan sampai menggunakan alat pengisi yang bajakan.

Langkah merawat baterai drone selanjutnya adalah memastikan baterai tidak terkena air ataupun benda cair lainnya. Selain itu, jangan pernah memasang atau melepas baterai dalam kondisi masih menyala.

Kemudian, luangkan waktu untuk memeriksa charger secara berkala terutama pada bagian kabel, steker, dan bagian lainnya.

3. Perhatikan Kondisi Frame

Drone dibuat menggunakan rangka yang ringan supaya mampu terbang dengan kekuatan yang dimilikinya. Namun, hal ini justru menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Apalagi, drone biasanya digunakan bermenit-menit di ruangan terbuka dengan risiko bertabrakan dengan sesuatu. Baik ranting pohon ataupun benda lainnya.

Maka dari itu, kemungkinan terjadi goresan bahkan retakan akan semakin besar. Jadi, pengecekan kondisi fisik drone sebelum dan setelah terbang menjadi hal yang penting.

Jika rangka terlihat bengkok, patah atau retak, sebaiknya segera diganti dan jangan memaksakan untuk terbang. Hal seperti ini mampu membuat semakin berkurangnya performa drone dan bisa menyebabkan terjadi crash yang cukup fatal.

Baca Juga :

4. Periksa Keadaan Baling-baling

Setelah merawat bagian baterai dan rangkanya, maka komponen lain yang perlu dirawat adalah bagian baling-balingnya. Hal ini dikarenakan baling-baling drone sangat mudah mengalami kerusakan.

Untuk mencegah terjadinya kerusakan, maka bisa ditanggulangi dengan menggunakan pelindung baling-baling ketika sedang terbang agar lebih aman ketika bersinggungan dengan benda di sekitarnya.

Apalagi untuk drone mini yang pendaratannya bisa dilakukan di telapak tangan, maka pelindung baling-baling tidak hanya berfungsi untuk menjaga baling-baling tetap aman, namun juga berfungsi untuk menjaga agar baling-baling agar tidak melukai tubuh.

Pengecekan bisa dilakukan setelah dan sebelum terbang. Jika ditemukan retak, bengkok, tidak seimbang atau bahkan patah pada baling-baling, sebaiknya segera diperbaiki.

Jangan memaksanya tetap terbang, karena akan membuat drone tidak seimbang dan sulit untuk dikendalikan.

5. Bersihkan Area Motor Penggerak

Komponen selanjutnya yang perlu dirawat dan dibersihkan secara berkala adalah area motor penggerak. Hal ini dikarenakan area motor penggerak sangat mudah terkena kotoran dan debu yang menempel.

Debu yang dibiarkan menempel dan menumpuk bisa membuat motor cepat rusak dan tidak bekerja secara maksimal, karena mengganggu pergerakan baling-baling. Motor akan bekerja maksimal saat terbang jika berada dalam kondisi yang bersih tanpa debu.

6. Memilih Tempat Penyimpanan yang Aman

Hal terakhir yang perlu diperhatikan dalam perawatan drone adalah tempat untuk penyimpanan. Area penyimpanan ini harus selalu berada dalam kondisi kering dan jangan di tempat lembap yang mengandung air.

Hal ini bisa menyebabkan terjadinya korosi pada rangkaian rangkanya.

Pastikan juga sirkulasi udaranya memadai serta hindarkan dari gelombang magnetik untuk menghindari terjadi kerusakan.

Jika aircraft dan baterai akan disimpan selama lebih dari 3 bulan, maka alangkah baiknya jika disimpan pada suhu 25°C dan terhindar dari sinar matahari secara langsung.

Perawatan dan penggunaan drone dengan benar dapat menghindarkan drone dari kerusakan dan tetap bisa diterbangkan dalam waktu yang lama.

Sama halnya dengan perangkat atau gadget pada umumnya, drone atau pesawat tanpa awak ini juga memerlukan perawatan secara berkala.

Perawatan yang dilakukan tidak hanya dengan memeriksa kondisi fisiknya dari kerusakan saja, tetapi juga melakukan pembersihan dari kotoran, baik debu atau noda secara rutin.

Jadi membuat drone berumur panjang sebenarnya tidak akan menjadi masalah, jika sudah tahu cara merawatnya.

Itu di beberapa cara merawat drone yang baik dan benar. Drone memang membutuhkan perawatan khusus agar bisa tetap awet dan terhindar dari berbagai macam kerusakan.

Dengan rutin merawat drone, maka umur drone bisa semakin panjang dan siap menunjang berbagai aktivitas dan kebutuhan fotografi pemiliknya.